Mahasiswa Magister IKA IPB Gelar Edukasi Keluarga Sehat Digital Bersama TK Labschool IPB

Foto bersama peserta kegiatan Keluarga Sehat Digital yang digelar Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (IKA), IPB University. (Dok. Istimewa)
BERITAINKALBAR.COM, PENDIDIKAN – Empat mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Keluarga dan Perkembangan Anak (IKA), IPB University, menggelar kegiatan edukasi bertajuk Keluarga Sehat Digital melalui kolaborasi bersama TK Labschool IPB. Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan mata kuliah Proyek Pemberdayaan Keluarga yang diinisiasi oleh Anis, Bekti, Unzurna, dan Asy Syifa, dengan pendampingan dosen Prof. Ir. Dr. Dwi Hastuti, Guru Besar IPB University bidang Pengasuhan Anak.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas orang tua dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi digital. Melalui edukasi ini, orang tua didorong untuk menerapkan pola pengasuhan positif serta membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Program edukasi dilaksanakan dalam dua sesi dengan menghadirkan fasilitator yang memiliki pengalaman di bidang keluarga, anak, dan pengasuhan.
Sesi Pertama, Pengasuhan Positif di Era Digital
Sesi pertama berlangsung pada 20 Oktober 2026 dengan mengangkat tema “Keluarga Sehat Digital Melalui Pengasuhan Positif”. Kegiatan ini menghadirkan Eva Fitria Yulianty, S.E., M.Si., seorang konselor keluarga dan anak, sebagai fasilitator.
Sebanyak 21 ibu dari TK Labschool IPB mengikuti sesi tersebut. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan aturan dan kesepakatan penggunaan perangkat digital di lingkungan keluarga.
Orang tua juga diajak membangun kebiasaan digital yang lebih sehat melalui pendampingan secara aktif, komunikasi yang terbuka, serta keterlibatan dalam aktivitas digital anak. Dengan demikian, penggunaan teknologi tidak hanya menjadi aktivitas anak secara mandiri, tetapi tetap berada dalam pengawasan dan pendampingan orang tua.
Untuk mendukung penerapan materi setelah kegiatan, peserta juga mendapatkan buku saku yang memuat panduan praktis bertajuk “Rencana Aksi 7 Hari Sehat Digital”. Panduan tersebut dirancang agar orang tua dapat menerapkan langkah-langkah sederhana secara bertahap dalam membangun kebiasaan digital yang sehat bersama anak di rumah.
Sesi Kedua Dorong Orang Tua Berbagi Pengalaman
Selanjutnya, sesi kedua dilaksanakan pada 29 Oktober 2026 dengan tema “Dari Tantangan Menjadi Aksi: Pengasuhan Digital Berbasis Prinsip CINTA”. Kegiatan ini menghadirkan Nabila Maghfira Maulani, S.Psi., M.Si., fasilitator dari RANGKUL Bogor sekaligus Founder Sentra Bermain Arumanis.
Berbeda dengan sesi pertama, kegiatan kedua dikemas melalui diskusi interaktif dan berbagi pengalaman ant orang tua atau parents to parents. Sebanyak 10 ibu dari TK Labschool IPB berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Melalui diskusi ini, peserta diajak mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul ketika mendampingi anak menggunakan teknologi digital. Para orang tua juga berdiskusi untuk menemukan alternatif solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing keluarga.

Pendekatan berbagi pengalaman memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling belajar, bertukar perspektif, serta memperoleh wawasan baru mengenai strategi pengasuhan digital. Dengan begitu, orang tua tidak hanya mendapatkan materi dari fasilitator, tetapi juga dapat belajar dari pengalaman keluarga lainnya.
Peserta Apresiasi Edukasi Pengasuhan Digital
Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan Ibu Siska, salah satu orang tua murid TK Labschool IPB. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan parents to parents memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus pengetahuan baru dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi.
“Saya merasa sangat senang dengan acara parents to parents ini karena mendapatkan insight-insight baru dan ilmu terkini untuk mendampingi anak-anak kami dalam dunia digital dan dunia modern saat ini. Saya berharap semoga IKK IPB terus maju dan dapat menyebarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.
Perkuat Peran Orang Tua
Melalui rangkaian kegiatan Keluarga Sehat Digital, mahasiswa berharap edukasi mengenai pengasuhan di era digital dapat menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran orang tua sebagai pendamping utama dalam tumbuh kembang anak.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan komunitas juga diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan program pemberdayaan keluarga yang relevan dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak.




