Beranda » Indeks Berita » Profil Romo Robini: Imam Katolik dan Akademisi Kalbar, Sosok Penting di Film Balik Kuasa Gelap

Profil Romo Robini: Imam Katolik dan Akademisi Kalbar, Sosok Penting di Film Balik Kuasa Gelap

Profil Romo Robini Marianto, imam Katolik Ordo Dominikan, akademisi Kalbar, Rektor Unika Santo Agustinus Hippo dan konsultan ahli eksorsisme Kuasa Gelap 2.

Profil Romo Robini Marianto, imam Katolik Ordo Dominikan, akademisi Kalbar, Rektor Unika Santo Agustinus Hippo dan konsultan ahli eksorsisme Kuasa Gelap 2.

BERITAINKALBAR.COM, NASIONAL – Romo Dr. Johanes Robini Marianto, S.Fil., M.A., OP atau yang akrab dikenal Romo Robini merupakan pastor atau imam Katolik dari Ordo Santo Dominikus (Ordo Pewarta/OP) yang memiliki kiprah di bidang pelayanan keagamaan, pendidikan dan akademik di Kalimantan Barat.

Selain dikenal sebagai akademisi dan tokoh pendidikan di Kalimantan Barat, Romo Robini juga dikenal karena pengalamannya dalam pelayanan eksorsisme atau pengusiran setan. Pengalaman tersebut kemudian membawanya terlibat dalam produksi film horor religi Kuasa Gelap dan Kuasa Gelap 2: Perjanjian Darah.

Dalam Kuasa Gelap 2: Perjanjian Darah, Romo Robini menjadi konsultan ahli ritual eksorsisme. Ia membantu tim produksi memahami aspek ritual pengusiran setan dalam tradisi Gereja Katolik agar dapat diterjemahkan ke dalam kebutuhan cerita film.

Siapa Romo Robini Marianto?

Romo Robini memiliki nama lengkap Romo Dr. Johanes Robini Marianto, S.Fil., M.A., OP. Ia merupakan imam Katolik dari Ordo Santo Dominikus atau Ordo Pewarta (Ordo Praedicatorum/OP).

Ia ditahbiskan sebagai imam pada 19 April 2005 di Jakarta. Penahbisan tersebut dilakukan oleh Mgr. Hieronimus Bumbun OFMCap bersama Rm. Adrian Adiredjo, OP.

Perjalanan Romo Robini tidak hanya berlangsung dalam pelayanan pastoral. Ia juga menekuni dunia akademik dan pendidikan serta terlibat dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kalimantan Barat.

Baca juga:  Kebijakan Fiskal & Moneter 2025: Sinyal Awal Pemulihan Ekonomi RI

Akademisi dan Tokoh Pendidikan Kalimantan Barat

Romo Robini dipercaya menjadi Rektor Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo untuk periode 2024–2028. Ia dilantik sebagai rektor pada 5 Februari 2024.

Ia juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Landak Bersatu, yang turut berperan dalam pengembangan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.

Dalam kiprahnya di bidang pendidikan, Romo Robini mendorong gagasan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan moral.

Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo membawa semangat Misericordia Veritatis atau gagasan mengenai kecerdasan yang berjalan bersama moralitas. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan yang menggabungkan pengetahuan, integritas dan tanggung jawab.

Peran ini menjadikan Romo Robini salah satu figur yang terlibat dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kalimantan Barat.

Kiprah dalam Multikulturalisme

Selain pendidikan, Romo Robini memiliki perhatian terhadap kehidupan masyarakat Kalimantan Barat yang memiliki keragaman budaya dan agama.

Komitmennya terhadap multikulturalisme dan dialog antarbudaya pernah mendapat penghargaan dari Keraton Mempawah.

Pada 2011, ia dianugerahi gelar adat Dato Sri Paduka Astana Amantubillah. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprahnya dalam memperjuangkan multikulturalisme dan dialog antarbudaya.

Kiprah tersebut melengkapi perannya sebagai imam dan akademisi yang aktif dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.

Baca juga:  Wabup Jamhuri Amir Temui Mentan, Bahas Infrastruktur Pertanian hingga Akses Teknologi Modern untuk Petani Ketapang

Imam Katolik yang Melayani Eksorsisme

Selain aktivitas akademik, Romo Robini dikenal memiliki pengalaman dalam pelayanan eksorsisme di lingkungan Gereja Katolik.

Eksorsisme merupakan pelayanan keagamaan yang memiliki tata cara dan kewenangan tertentu dalam Gereja Katolik. Pengalaman Romo Robini dalam bidang tersebut kemudian menjadi alasan dirinya dilibatkan dalam produksi film yang mengangkat tema pengusiran setan.

Dalam proses produksi, keahliannya digunakan untuk membantu memberikan pemahaman mengenai doa, ritual dan konteks eksorsisme Katolik.

Konsultan Ahli Eksorsisme Film Kuasa Gelap

Keterlibatan Romo Robini dalam dunia film pertama kali mendapat perhatian melalui Kuasa Gelap, film horor religi yang mengangkat tema eksorsisme Katolik yang diproduksi tahun 2024.

Romo Robini membantu tim produksi memahami unsur keagamaan yang berkaitan dengan ritual eksorsisme.

Ia juga memberikan pemahaman mengenai doa dan penggunaan bahasa Latin dalam konteks ritual Gereja.

Kehadirannya sebagai konsultan membuat pengalaman pastoralnya bersinggungan dengan kebutuhan produksi film.

Konsultan Kuasa Gelap 2: Perjanjian Darah

Peran Romo Robini berlanjut dalam film  Kuasa Gelap 2: Perjanjian Darah yang diproduksi tahun 2026, dan akan tayang di bioskop pada 8 Oktober 2026.

Dalam film tersebut, ia menjadi konsultan ahli ritual eksorsisme atau pengusiran setan. Pengalamannya sebagai imam Katolik yang memahami praktik eksorsisme digunakan dalam proses riset dan pengembangan film.

Baca juga:  Ojol Tewas Dilindas Rantis, 7 Anggota Brimob Ditahan & Segera Disidang

Sutradara Rizal Mantovani juga mempelajari tata cara eksorsisme untuk kebutuhan film tersebut dengan merujuk pada pemahaman yang diberikan Romo Robini.

Dengan keterlibatan tersebut, Romo Robini tidak hanya hadir sebagai tokoh agama yang namanya dicantumkan dalam proses produksi, tetapi berperan memberikan konsultasi mengenai aspek ritual yang menjadi bagian penting dari cerita.

Dua Dunia yang Bertemu

Kiprah Romo Robini memperlihatkan pertemuan antara dua bidang yang berbeda. Di satu sisi, ia merupakan imam Katolik dan akademisi yang aktif dalam pengembangan pendidikan di Kalimantan Barat.

Di sisi lain, pengalaman pelayanan eksorsismenya membuat ia dipercaya menjadi konsultan ahli ritual eksorsisme untuk film Kuasa Gelap 2: Perjanjian Darah.

Keterlibatan dalam film tersebut menjadi bagian dari perjalanan Romo Robini sebagai imam, sementara kiprahnya sebagai rektor dan pengelola pendidikan tetap menjadi bagian penting dari pengabdiannya di Kalimantan Barat.

Profil Romo Robini karena itu tidak hanya berkaitan dengan film horor dan eksorsisme. Ia juga merupakan akademisi, tokoh pendidikan dan bagian dari kehidupan multikultural Kalimantan Barat.

Akses Berita Terbaru dari Beritainkalbar di sini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *