ISPU Ketapang Tembus 378, Tiga Hari Berturut-turut Masuk Kategori Berbahaya

Pantauan udara menggunakan drone di kawasan Taman Kedondong, Ketapang, memperlihatkan kondisi lingkungan yang diselimuti kabut asap pada saat kualitas udara berada dalam kategori Berbahaya. (Dok. Beritain Kalbar)
BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG – Kualitas udara di Kabupaten Ketapang kembali memburuk. Berdasarkan hasil pengukuran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang pada Kamis, 17 September 2026 pukul 09.00 WIB, ISPU Ketapang hari ini mencapai 378 dan masuk kategori Berbahaya.
Angka tersebut meningkat cukup tajam dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 16 September 2026 pukul 09.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Ketapang tercatat 314 yang juga berada dalam kategori Berbahaya. Dengan demikian, terjadi kenaikan 64 poin atau sekitar 20,4 persen dalam satu hari.
Kondisi ini berarti kualitas udara Ketapang telah berada dalam kategori Berbahaya selama tiga hari berturut-turut. Pada 15 September 2026, ISPU tercatat 326, kemudian 314 pada 16 September, dan kembali melonjak menjadi 378 pada 17 September 2026.
PM2.5 Capai 378
Dalam pengukuran terbaru, PM2.5 menjadi parameter kritis dengan nilai 378. Sementara itu, PM10 tercatat 268.
Pengukuran dilakukan di Halaman Dinas LingkunganHidup Kabupaten Ketapang dengan koordinat S 01°49’55.296″ dan E 109°58’40.853″.
Pada pukul 09.00 WIB, kelembapan udara tercatat 76,7 persen RH, tekanan udara 758,6 mmHg dan suhu 27,2 derajat Celsius.
Berdasarkan kategori ISPU yang tercantum dalam infografis, nilai 0–50 masuk kategori Baik, 51–100 Sedang, 101–200 Tidak Sehat, 201–300 Sangat Tidak Sehat, sedangkan nilai 300 atau lebih masuk kategori Berbahaya.
Ketapang di Angka 378

Kondisi Ketapang juga terlihat dalam peta pemantauan ISPU Kalimantan Barat yang diakses pada 17 September 2026 pukul 08.45 WIB.
Dalam peta tersebut, Ketapangtercatat dengan ISPU 378 dan ditampilkan dalam warna hitam yang menunjukkan kategori Berbahaya. Sejumlah wilayah lain di Kalimantan Barat juga menunjukkan angka ISPU tinggi, termasuk Pontianakyang tercatat 1.085 pada peta tersebut.
Warga Diminta Hindari Aktivitas di Luar
DLH Ketapang memberikan perhatian khusus terhadap kondisi udara yang dapat merugikan kesehatan secara serius dan memerlukan penanganan cepat.
Untuk kelompok sensitif, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Sementara itu, masyarakat secara umum diminta menghindari aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kondisi seperti ini.
Paparan partikel pencemar, terutama PM2.5, perlu menjadi perhatian karena partikelnya berukuran sangat kecil dan dapat terhirup ke dalam sistem pernapasan.
Pantauan Drone Redaksi
Berdasarkan pantauan tim redaksi menggunakan drone dari udara, kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di wilayah perkotaan Ketapangdan sekitarnya.
Pantauan tersebut dilakukan di tengah kondisi kualitas udara Ketapang yang semakin memburuk, dengan ISPU Ketapang naik dari 314 menjadi 378 dalam sehari dan tetap berada pada kategori Berbahaya.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas di luar ruangan dan terus mengikuti informasi terbaru mengenai kualitas udara dari instansi resmi.
Kondisi ISPU Ketapang yang berada di atas 300 selama tiga hari berturut-turut menjadi perhatian serius bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan terhadap dampak pencemaran udara.




