Beranda » Indeks Berita » Kalbar Masuk Nominasi IGA 2026, 88,16 Persen Inovasi Daerah Sudah Diterapkan

Kalbar Masuk Nominasi IGA 2026, 88,16 Persen Inovasi Daerah Sudah Diterapkan

Pemprov Kalbar

Gubernur Kalbar Ria Norsan saat menyampaikan presentasi perkembangan dan capaian inovasi daerah secara daring dari Data Analytic Room (DAR) Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (5/11/2026).

BERITAINKALBAR.COM, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mencatatkan kemajuan dalam pengembangan inovasi daerah. Pada 2026, Kalbar untuk pertama kalinya berhasil masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kalbar menjadi satu dari 57 pemerintah daerah yang masuk nominasi dalam ajang penghargaan tersebut. Capaian ini menjadi salah satu indikator perkembangan upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam tahapan penilaian, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengikuti pemaparan perkembangan dan capaian inovasi daerah secara daring dari Data Analytic Room (DAR) Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (5/11/2026).

Pemaparan tersebut dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari unsur Kemendagri, Kementerian PPN/Bappenas, akademisi Universitas Lambung Mangkurat, Metro TV, dan Tribunnews.

Baca juga:  Pemuda Katolik Ketapang Kolaborasi Program dengan Komisi XII DPR-RI & BPIP Laksanakan Kegiatan Sosialisasi Gerakan Pancasila

Berdasarkan data 2026, Kalbar telah mencatat 76 inovasi daerah. Dari jumlah tersebut, 67 inovasi atau 88,16 persen sudah memasuki tahap penerapan. Sementara enam inovasi masih dalam tahap inisiatif dan tiga lainnya berada pada tahap uji coba.

Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa masuknya Kalbar dalam nominasi IGA 2026 bukan semata-mata bertujuan mendapatkan penghargaan. Ia menekankan bahwa inovasi harus memberikan manfaat langsung dalam penyelesaian persoalan daerah dan peningkatan pelayanan publik.

“Masuknya Kalbar dalam nominasi IGA 2026 merupakan sebuah capaian sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Namun, yang paling penting bukan sekadar penghargaan, melainkan bagaimana inovasi yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Baca juga:  Pemuda Katolik Ketapang Apresiasi Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Nasional

Menurut Norsan, inovasi dan komunikasi merupakan dua aspek penting dalam kepemimpinan pemerintahan. Inovasi dibutuhkan untuk menghasilkan solusi, sementara komunikasi berperan memastikan kebijakan dan program pemerintah dipahami serta melibatkan masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan inovasi, Pemprov Kalbar telah mengintegrasikan pengembangan inovasi ke dalam indikator kinerja RPJMD Provinsi Kalbar 2025–2029 serta indikator kinerja utama perangkat daerah.

Pemprov juga mengembangkan website SARIVA KALBAR sebagai sarana informasi inovasi perangkat daerah. Forum diskusi turut dibangun untuk mendukung proses pembinaan dan pengembangan inovasi.

Baca juga:  KPU Kalbar Tetapkan Ria Norsan dan Krisantus Jadi Gubernur dan Wagub Periode 2025-2030

Norsan berharap seluruh perangkat daerah terus mengembangkan inovasi, bukan hanya untuk memenuhi penilaian, tetapi juga memastikan program dapat diterapkan dan direplikasi sehingga manfaatnya semakin luas.

“Kami ingin memastikan inovasi tidak berhenti pada tahap penciptaan atau penilaian, tetapi terus dikembangkan, diterapkan, dan direplikasi agar manfaatnya semakin luas. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk membangun pemerintahan yang adaptif, solutif, dan semakin dekat dengan masyarakat,” harapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *