Beranda » Indeks Berita » Ibu di Ketapang Pukul Anak Kandungnya yang Masih Kecil Sampai Tersungkur

Ibu di Ketapang Pukul Anak Kandungnya yang Masih Kecil Sampai Tersungkur

ibu di ketapang

Viral video CCTV dugaan kekerasan terhadap anak di Lembah Hijau, Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (Tangkapan Layar IG @ketapangupdate)

BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG – Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang anak kecil oleh seorang perempuan diduga ibu kandungnnya menjadi perhatian warganet. Video tersebut beredar luas di media sosial dan disebut terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sejak Kamis (5/11/2026).

Informasi mengenai kejadian tersebut diunggah akun Instagram @ketapangupdate. Dalam unggahannya, terlihat seorang perempuan diduga menendang anak kecil. Narasi yang menyertai video tersebut juga menyebutkan bahwa perempuan itu diduga merupakan ibu kandung korban.

Namun, hingga informasi ini disusun, identitas perempuan, hubungan dengan anak dalam rekaman, serta waktu pasti kejadian belum dapat dipastikan secara independen.

Baca juga:  14 Usulan Warisan Budaya Kalbar Direkomendasikan Jadi WBTb Indonesia 2026

Video tersebut juga diunggah oleh akun Instagram @kalbarreborn.id. Dalam unggahan klarifikasinya, akun tersebut menyampaikan bahwa lokasi kejadian dalam video yang sebelumnya dipublikasikan bukan berada di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, sebagaimana sempat disebutkan.

Melalui unggahan tersebut, @kalbarreborn.id juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, serta pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat kesalahan penyebutan lokasi.

“Setelah kami berkomunikasi dengan aparat penegak hukum, ternyata lokasi kejadian dalam video yang kami posting sebelumnya BUKAN di Sukadana, Kab. Kayong Utara. Lokasi yang benar adalah di Lembah Hijau, Kec. Nanga Tayap, Kab. Ketapang. Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Sukadana, Kab. Kayong Utara, dan semua pihak yang merasa dirugikan atas kesalahan informasi lokasi tersebut. Tanpa mengurangi rasa hormat.” Seperti dikutip Beritain Kalbar.

Baca juga:  Julukan Sekadau dan Asal Usulnya yang Jadi Identitas Daerah

Akun tersebut menjelaskan bahwa tujuan penyebaran video sejak awal adalah agar anak yang berada dalam rekaman mendapatkan perlindungan dan dugaan kejadian tersebut dapat ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

Beredarnya rekaman ini turut memancing beragam reaksi warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan keprihatinan dan meminta agar anak tersebut mendapatkan perlindungan. Ada pula yang mempertanyakan keberadaan orang dewasa lain yang terlihat dalam rekaman.

Baca juga:  Saksikan Ritual Adat Naik Jurongk Tinggi di Ketapang, 8 Oktober 2025: Simbol Syukur & Pelestarian Budaya Dayak

Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial, dugaan kekerasan terhadap anak merupakan persoalan serius yang perlu ditangani secara tepat. Identitas anak dan pihak-pihak yang terlibat juga perlu dilindungi agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi korban.

Masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menyimpulkan identitas maupun hubungan antara perempuan dan anak dalam video sebelum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan perlakuan yang manusiawi. Jika terbukti terjadi kekerasan, penanganan harus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *