Beranda » Indeks Berita » Gubernur Ria Norsan Dorong Ekspor Hasil Laut Kalbar Langsung Melalui Terminal Kijing

Gubernur Ria Norsan Dorong Ekspor Hasil Laut Kalbar Langsung Melalui Terminal Kijing

Ekspor Hasil Laut Kalbar

Gubernur Ria Norsan saat sampaikan pesan dan semangat kepada para pemilik cold storage lokal di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (31/10/2026). (Dok. Istimewa)

BERITAINKALBAR.COM, BENGKAYANG – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mendorong optimalisasi Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah sebagai jalur pengiriman langsung komoditas kelautan dan perikanan Kalimantan Barat ke pasar internasional. Pemanfaatan pelabuhan tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah dari hasil laut Kalbar.

Menurutnya, keberadaan Terminal Kijing memiliki potensi strategis dalam mendukung rantai distribusi produk perikanan, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga pengiriman ke berbagai negara tujuan. Dengan jalur logistik yang lebih efisien, produk unggulan Kalbar diharapkan dapat bersaing di pasar internasional sekaligus membuka peluang usaha baru di daerah.

Ekspor Hasil Laut Kalbar

Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat meninjau fasilitas cold storage milik pengusaha lokal di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (31/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur melihat langsung aktivitas pengelolaan komoditas perikanan, khususnya sotong dan berbagai jenis ikan yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

Potensi Ekspor Perikanan Capai 200 Ton per Tahun

Berdasarkan keterangan pengelola, fasilitas cold storage tersebut memiliki potensi ekspor mandiri sekitar 100 hingga 200 ton per tahun. Sementara itu, permintaan dari pasar domestik dan luar daerah tercatat hampir mencapai 300 ton per tahun.

Baca juga:  Peresmian IPA PMD-1 Mulia Baru dan HUT ke-40 Perumdam Tirta Pawan

Besarnya permintaan tersebut menunjukkan bahwa komoditas perikanan Kalbar memiliki peluang pengembangan pasar yang cukup luas. Potensi ini dinilai perlu didukung dengan peningkatan kapasitas usaha, kelengkapan administrasi, serta akses distribusi yang lebih efektif.

“Ini menunjukkan bahwa potensi perikanan kita cukup besar. Kapasitas ekspornya bisa mencapai 100 sampai 200 ton per tahun, sedangkan permintaan pasar domestik dan luar daerah hampir 300 ton per tahun. Ini merupakan peluang ekonomi yang harus terus kita kembangkan,” ungkap Ria Norsan.

Saat ini, pengiriman produk perikanan dari perusahaan tersebut masih dilakukan melalui perusahaan lain yang telah memiliki kelengkapan persyaratan dan legalitas ekspor. Pengelola cold storage tengah melengkapi sejumlah persyaratan agar dapat melakukan ekspor secara mandiri.

Beberapa dokumen yang sedang dipersiapkan di antaranya Sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) serta nomor registrasi Unit Pengolahan Ikan (UPI). Kedua persyaratan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan standar pengolahan dan ketentuan perdagangan produk perikanan.

Baca juga:  Syarif Kamaruzaman Janji Amanah Usai Dilantik Jadi Pj Bupati Kubu Raya

Pemprov Kalbar Siap Bantu Perizinan Ekspor

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyatakan kesiapan untuk mendukung proses pemenuhan persyaratan ekspor melalui fasilitasi regulasi dan koordinasi dengan instansi terkait.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mempercepat proses administrasi dan memenuhi ketentuan yang diperlukan untuk melakukan pengiriman produk secara mandiri.

“Saya berharap setelah perusahaan ini memiliki persyaratan ekspor sendiri, pengiriman produknya tidak perlu lagi melalui Jakarta, tetapi bisa langsung melalui Terminal Kijing. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat siap membantu dari sisi regulasi dan koordinasi dengan instansi terkait agar proses ini dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dengan terpenuhinya persyaratan ekspor, pelaku usaha diharapkan memiliki keleluasaan dalam menentukan jalur pengiriman produk. Pengiriman langsung melalui Terminal Kijing juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap jalur distribusi melalui daerah lain, termasuk Jakarta.

Terminal Kijing Berpeluang Perkuat Ekonomi Daerah

Ria Norsan menilai pemanfaatan Terminal Kijing sebagai jalur ekspor hasil perikanan tidak hanya berkaitan dengan efisiensi pengiriman barang. Lebih dari itu, optimalisasi pelabuhan dapat memberikan dampak berantai terhadap perkembangan berbagai sektor usaha di Kalimantan Barat.

Baca juga:  Ria Norsan Luncurkan Program Gema Membangun Desa, Dorong Pelayanan Publik Lebih Dekat dan Tepat Sasaran

Meningkatnya aktivitas ekspor diperkirakan akan diikuti kebutuhan terhadap layanan logistik, transportasi, pergudangan, distribusi, hingga jasa pendukung lainnya. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai kegiatan ekonomi yang lebih luas.

Selain mendorong pertumbuhan usaha, aktivitas perdagangan internasional juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui berkembangnya kegiatan ekonomi dan usaha pendukung.

Karena itu, penguatan konektivitas antara sentra produksi perikanan dan infrastruktur pelabuhan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Ketersediaan fasilitas penyimpanan dingin, kapasitas pengolahan, serta akses transportasi yang memadai turut menentukan kelancaran distribusi komoditas.

Dengan potensi hasil laut yang dimiliki, Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya berperan sebagai daerah penghasil bahan baku, tetapi juga mampu memperkuat pengolahan dan distribusi produk hingga menjangkau pasar internasional.

Optimalisasi Terminal Kijing menjadi salah satu peluang untuk memperkuat daya saing komoditas kelautan dan perikanan Kalbar. Melalui dukungan pemerintah dan kesiapan pelaku usaha, jalur ekspor langsung tersebut diharapkan dapat berkembang serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *