Cerita Wahyudi Aksara, Warga Kalbar Terdampak Abu Vulkanik di Bandara Soetta: Berharap Bisa Pulang

Dampak Abu Vulkanik

Tangkapan Layar Instagram @wahaksara, kondisi Bandara Soekarno-Hatta

BERITAINKALBAR.COM, NASIONAL — Erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik turut berdampak terhadap perjalanan Wahyudi Aksara, sosok yang dikenal melalui aktivitasnya di bidang pendidikan dan public speaking di Kalimantan Barat.

Wahyudi masih berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Minggu (6/9/2026), setelah operasional penerbangan di bandara tersebut sempat dihentikan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @wahaksara, Wahyudi membagikan kondisi yang dialaminya saat berada di bandara. Ia mengatakan tetap datang ke bandara meski mengetahui penerbangan sebelumnya sempat dihentikan.

“Dengan kesadaran penuh aku masih di bandara dan tetap ke bandara,” ujar Wahyudi dalam videonya.

Ia menjelaskan, penghentian penerbangan sebelumnya berlangsung sejak sekitar tengah malam hingga pagi. Setelah itu, kondisi kembali berubah karena operasional penerbangan masih harus menyesuaikan perkembangan sebaran abu vulkanik.

Baca juga:  Air Bersih atau Air Beracun? Warga Pontianak Tak Minum Air PDAM, Tapi Tetap Terpapar Trihalometan Setiap Hari

Saat membuat video tersebut, Wahyudi menyebut dirinya masih menunggu kepastian penerbangan dengan jadwal keberangkatan sekitar pukul 16.45 WIB.

“Sekarang sudah pukul 13.00, keberangkatan pukul 16.45. Semoga tetap berjalan dan bisa pulang,” katanya.

Penumpang Menumpuk di Bandara

Wahyudi juga menggambarkan kondisi penumpang di Bandara Soetta. Penghentian dan penyesuaian jadwal penerbangan membuat penumpang harus menunggu dan mengantre.

Ia berharap kondisi segera membaik sehingga bukan hanya dirinya, tetapi seluruh penumpang yang terdampak dapat melanjutkan perjalanan.

“Semoga semua orang di sini juga bisa pulang, pulang ke suatu tempat yang memang mereka anggap rumah,” tuturnya.

Kondisi yang dialami Wahyudi terjadi di tengah gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. BNPB melaporkan Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara pada Minggu pukul 02.08 hingga 09.30 WIB sebagai langkah keselamatan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik.

Baca juga:  Jenis Gempa di Kapuas Hulu dan Kategori Kedalamannya

Sementara itu, Kementerian Perhubungan mencatat puluhan penerbangan di Soetta telah terdampak akibat kondisi tersebut. Data monitoring per 5 September pukul 22.00 WIB mencatat 33 penerbangan terdampak, termasuk pembatalan, penundaan, dan penjadwalan kembali.

Dari Asap Karhutla hingga Abu Vulkanik

Bagi Wahyudi, gangguan perjalanan kali ini menjadi pengalaman yang cukup unik. Dalam videonya, ia mengaitkan kondisi tersebut dengan perjalanan sebelumnya ketika harus menghadapi asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Ya kayak kondisi alam. Aku yang merasa kemarin dari Pohon Tianak, aku menghindari asap kebakaran hutan dan lahan, dan sekarang mau pulang. Abu vulkanik Anak Krakatau,” ungkapnya.

Wahyudi sendiri dikenal melalui akun Instagram @wahaksara, sebagai sosok yang bergerak di bidang pendidikan. Dalam profilnya, ia memperkenalkan diri sebagai “Tukang bantu-bantu pendidikan Indonesia”, sekaligus mencantumkan status sebagai Certified Public Speaker BNSP RI.

Baca juga:  Bupati Ketapang Perkuat Sinergi dengan Pertamina Patra Niaga demi Menjamin Distribusi BBM dan LPG

Aktivitasnya juga berkaitan dengan sejumlah kegiatan pendidikan dan pengembangan kapasitas, termasuk melalui jejaring pendidikan di Pontianak.

Di tengah ketidakpastian penerbangannya, Wahyudi berharap perjalanan pulang dapat berjalan lancar. Ia juga menyampaikan doa agar seluruh penumpang yang terdampak dapat segera kembali ke daerah dan keluarga masing-masing.

“Semoga perjalanan aku ini bisa diberkahi, dan aku harap semua orang di sini juga bisa pulang, pulang ke suatu tempat yang memang mereka anggap rumah,” ucapnya.

Sementara itu, BMKG menyatakan terus memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu pagi, sebaran abu teridentifikasi melingkupi sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *