Pemprov Kalbar Percepat Program CKG untuk Tingkatkan Deteksi Dini Penyakit

Kesehatan Kalbar

Gubernur Ria Norsan saat mendampingi Menkes Budi Gunawan meninjau fasilitas RS. (Dok. Istimewa)

BERITAINKALBAR.COM, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai mengakselerasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pemerataan layanan kesehatan di daerah. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan deteksi dini penyakit di tengah masih rendahnya capaian pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data terbaru hingga April 2026, capaian program CKG di Kalbar baru berada di angka 2,6 persen. Angka tersebut masih jauh dari target nasional yang sebelumnya ditetapkan sebesar 36 persen.

Rendahnya capaian tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalbar sehingga berbagai langkah percepatan mulai dilakukan agar layanan pemeriksaan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.

Baca juga:  110 Jamaah Haji Asal Singkawang Dijawalkan Pulang 8 Juli 2025

Sebagai tahap awal, program CKG dilaksanakan terhadap 120 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar. Langkah itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas Gubernur Kalbar Ria Norsan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Erna Yulianti, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong optimalisasi pelaksanaan program agar manfaat pemeriksaan kesehatan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Capaian kita saat ini masih berada di angka 2,6 persen dan masih jauh dari target nasional. Karena itu, program CKG terus kami dorong agar layanan deteksi dini kesehatan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Kronologi Anak Tusuk Ayah Kandung di Mempawah Gegara Mabuk Lem dan Tak Terima Ditegur

Menurut Erna, deteksi dini memiliki peran penting dalam mencegah risiko penyakit yang lebih serius. Dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin, kondisi kesehatan masyarakat dapat dipantau lebih cepat sehingga penanganan medis dapat dilakukan secara optimal.

Program CKG mencakup berbagai layanan pemeriksaan kesehatan penting, seperti deteksi dini hipertensi, diabetes, kanker payudara, kanker serviks, pemeriksaan kesehatan indera, kesehatan gigi dan mulut, hingga deteksi dini thalasemia.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,33 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional kegiatan serta penyediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di seluruh kabupaten dan kota.

Baca juga:  Makna Logo HUT Pontianak 2025: Filosofi Tiap Visual Grafis, Simbol Persahabatan hingga Identitas Kota Khatulistiwa

Pemprov Kalbar berharap penguatan program CKG dapat membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara lebih merata dan mudah dijangkau.

Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat.

Pemerintah Provinsi Kalbar menilai peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *