Studi Terbaru Sebut Olahraga Sore Lebih Efektif Kendalikan Gula Darah

Ilustrasi (Dok. Beritain Kalbar)
BERITAINKALBAR.COM, LIFESTYLE – Menjaga kadar gula darah tetap stabil tidak hanya bergantung pada jenis olahraga yang dilakukan, tetapi juga waktu saat aktivitas fisik tersebut dijalankan. Penelitian terbaru mengungkapkan, olahraga pada sore hingga malam hari disebut memberi dampak lebih baik dalam membantu mengontrol gula darah, terutama bagi penderita diabetes tipe 2.
Dilansir dari Health pada Senin (18/5/2026), sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas fisik di sore atau malam hari berhubungan dengan peningkatan sensitivitas insulin dan kontrol gula darah yang lebih optimal dibanding olahraga pagi. Sensitivitas insulin sendiri merupakan kemampuan tubuh dalam merespons insulin untuk mengatur kadar gula di dalam darah.
Dalam ulasan terhadap beberapa penelitian, para peneliti menemukan olahraga pagi tidak memberikan efek sekuat olahraga sore terhadap pengendalian gula darah. Bahkan, sebuah studi pada 2019 menunjukkan pria penderita diabetes tipe 2 yang menjalani latihan high-intensity interval training (HIIT) pada sore hari mengalami perbaikan kadar gula darah. Sementara peserta yang melakukan latihan serupa di pagi hari justru memperlihatkan hasil sebaliknya.
Para ahli menduga kondisi ini dipengaruhi oleh hormon kortisol yang cenderung tinggi pada pagi hari. Hormon stres tersebut dapat memicu pelepasan cadangan gula dalam tubuh sehingga kadar gula darah meningkat. Aktivitas fisik di pagi hari disebut berpotensi membuat kadar kortisol semakin naik.
Selain faktor hormon, olahraga setelah makan juga dinilai lebih efektif membantu menekan lonjakan gula darah. Sedangkan banyak orang yang berolahraga di pagi hari biasanya melakukannya sebelum sarapan.
Meski demikian, para ahli menekankan olahraga kapan pun tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan dan pengendalian gula darah. Saat tubuh bergerak aktif, otot akan menggunakan gula sebagai sumber energi sehingga kadar gula darah dapat menurun.
Aktivitas fisik juga membantu tubuh meningkatkan sensitivitas insulin sehingga gula dalam darah lebih mudah dipindahkan ke sel tubuh. Bahkan, satu sesi olahraga disebut mampu membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil hingga 24 jam setelah latihan dilakukan.
Namun, beberapa olahraga dengan intensitas tinggi seperti sprint atau angkat beban berat terkadang dapat menyebabkan kenaikan gula darah sementara akibat lonjakan hormon adrenalin. Meski begitu, manfaat jangka panjangnya tetap dinilai positif bagi kesehatan penderita diabetes.
Olahraga rutin dalam jangka panjang diketahui dapat membantu menurunkan kadar HbA1c atau rata-rata gula darah selama dua hingga tiga bulan, meningkatkan massa otot, memperbaiki sensitivitas insulin, hingga membantu proses penurunan berat badan.
Asosiasi Diabetes Amerika merekomendasikan penderita diabetes melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu. Aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan secara rutin dalam sesi-sesi singkat.
Jenis olahraga yang dianjurkan antara lain berjalan kaki, jogging, berenang, bersepeda, latihan kekuatan otot, hingga peregangan seperti yoga dan tai chi.
Di akhir, para ahli mengingatkan penderita diabetes untuk tetap berhati-hati sebelum memulai program olahraga baru. Konsultasi dengan dokter serta memantau kadar gula darah sebelum dan sesudah berolahraga dinilai penting agar aktivitas fisik tetap aman dan memberikan manfaat maksimal.




