Pemkab Landak, YKDA dan Kelompok 22 KKM FISIP UNTAN Dorong Penguatan Literasi Keuangan Perempuan

Pemkab Landak bersama Yayasan Karya Dua Anyam dan KKM Kelompok 22 UNTAN menggelar pelatihan literasi keuangan bagi perempuan Desa Paloan melalui Program SHE CAN dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
BERITAINKALBAR.COM, LANDAK – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi berbagai pihak untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat. Di Kabupaten Landak, Pemerintah Kabupaten Landak bersama Yayasan Karya Dua Anyam (YKDA), Kelompok 22 KKM FISIP UNTAN, dan Pemuda Katolik Kabupaten Landak bersinergi meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan melalui pelatihan literasi keuangan di Desa Paloan.
Pelatihan yang merupakan bagian dari Program SHE CAN tersebut telah dilaksanakan sejak 10 Agustus 2026 dan menyasar sekitar 300 perempuan rentan. Pada Selasa (18/8/2026), sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan pelatihan yang berfokus pada manajemen dan perencanaan keuangan keluarga.
Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan rumah tangga sekaligus mendorong ketahanan ekonomi keluarga. Upaya tersebut dinilai relevan dengan tantangan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat Kabupaten Landak.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Kabupaten Landak pada 2024 tercatat sekitar 8,98 persen atau sekitar 35,38 ribu penduduk. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya masyarakat yang menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar secara layak.
Di sisi lain, perempuan juga masih menghadapi berbagai kerentanan, termasuk kekerasan berbasis gender, kekerasan dalam rumah tangga, keterbatasan akses perlindungan, serta kebutuhan terhadap layanan pendampingan hukum dan sosial yang berkelanjutan.
Program SHE CAN Sasar 3.000 Perempuan di Landak
Merespons berbagai persoalan tersebut, Yayasan Karya Dua Anyam bersama Pemerintah Kabupaten Landak dan mitra lainnya menjalankan Program SHE CAN sebagai salah satu upaya memperkuat perempuan secara ekonomi.
Program SHE CAN diluncurkan pada Januari 2025 melalui kemitraan strategis DBS Foundation dan The Asia Foundation, bersama Yayasan Karya Dua Anyam. Program tersebut bertujuan mempercepat inklusi keuangan bagi 80.000 perempuan yang rentan secara finansial di Kalimantan Barat.
Khusus di Kabupaten Landak, program pada 2026 menargetkan sekitar 3.000 perempuan rentan sebagai penerima manfaat.
Iqbal Alma, perwakilan Yayasan Karya Dua Anyam, mengatakan program tersebut dirancang untuk memberikan penguatan kepada perempuan rentan agar mampu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Menurutnya, hingga sebelum kegiatan di Desa Paloan, program serupa telah menjangkau sekitar 1.500 perempuan di Kabupaten Landak. Sementara melalui kegiatan di Desa Paloan bersama Kelompok 22 KKM FISIP UNTAN dan Pemuda Katolik Kabupaten Landak, sekitar 300 perempuan kembali mendapatkan pelatihan literasi keuangan.
“Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai momentum untuk mulai membiasakan diri mengelola keuangan keluarga, agar setiap keluarga memiliki tabungan untuk masa depan yang lebih cerah,” ujar Iqbal.
Secara keseluruhan, hingga Juli 2026, Program SHE CAN di Kabupaten Landak telah menjangkau sekitar 1.600 perempuan dari target 3.000 penerima manfaat sepanjang 2026.
Pemkab Landak Dorong Pembangunan Manusia
Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Landak, John Hetli, S.Th., M.Si., turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia mengatakan Program SHE CAN merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Landak, Yayasan Karya Dua Anyam, dan Pemuda Katolik dalam mendorong pembangunan manusia di Kabupaten Landak.
Menurut John, pembangunan Kabupaten Landak tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui pelatihan literasi keuangan, khususnya mengenai manajemen dan perencanaan keuangan keluarga, ia berharap para peserta dapat mengevaluasi kembali kondisi keuangan rumah tangga dan menyusun perencanaan keuangan yang lebih baik.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi yang berpotensi merugikan, termasuk investasi bodong.
“Yang paling penting adalah mulai membiasakan diri memanajemen dan merencanakan keuangan keluarga agar setiap keluarga memiliki tabungan untuk kebutuhan masa depan,” pesannya.

DPRD Landak Apresiasi Pelatihan untuk Perempuan
Apresiasi juga disampaikan Margareta, S.K.M., Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Landak dari Daerah Pemilihan (Dapil) Landak 2.
Ia mengapresiasi terselenggaranya pelatihan literasi keuangan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas 300 perempuan dalam mengelola keuangan merupakan manfaat penting yang dapat dirasakan langsung masyarakat Desa Paloan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.




