ISPU Ketapang 23 September Capai 294, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat

Pantauan udara di Kota Ketapang. (Dok. Beritain Kalbar)
BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG – Kualitas udara di Kabupaten Ketapang kembali berada pada kategori sangat tidak sehat pada Rabu (23/9/2026). Berdasarkan pantauan redaksi dari unggahan akun Instagram @lablingda_ketapang, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Ketapang tercatat 294 pada pukul 09.00 WIB.
Angka tersebut berada dalam rentang 201-300 yang termasuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan kualitas udara masih perlu diwaspadai masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap paparan pencemar udara.
PM2,5 Ketapang Capai 294
Data yang ditampilkan dalam unggahan Laboratorium Lingkungan Kabupaten Ketapang menunjukkan PM2,5 menjadi parameter kritis dengan nilai 294. Sementara itu, parameter PM10 tercatat 168.
Pada saat pengukuran pukul 09.00 WIB, kondisi lingkungan juga mencatat kelembapan udara sebesar 77,3 persen, tekanan udara 758,0 mmHg, dan suhu 28,4 derajat Celsius.
Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan bahwa kualitas udara pada level tersebut merupakan kondisi yang dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Data ISPU Ketapang Masih 294
Pantauan redaksi juga melihat pembaruan peta ISPU yang diakses dari laman ispu.kemenlh.go.id pada pukul 11.28 WIB. Dalam pembaruan tersebut, nilai ISPU Ketapang masih tercatat 294 dan berada pada kategori sangat tidak sehat.
Peta kualitas udara tersebut juga memperlihatkan variasi nilai ISPU di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Beberapa daerah tercatat berada pada kategori sedang dan tidak sehat, sementara sejumlah titik lainnya berada pada level yang lebih tinggi.
Kondisi ini menjadi perhatian di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Warga Perlu Waspadai Kondisi Udara
Dengan kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat, masyarakat Ketapang perlu memperhatikan perkembangan ISPU sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara juga perlu lebih berhati-hati dan mengurangi paparan apabila kondisi udara memburuk.
Pemantauan kualitas udara secara berkala menjadi penting karena nilai ISPU dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, serta perkembangan sumber pencemar di wilayah sekitar.
Pantauan redaksi dari unggahan @lablingda_ketapang pada 23 September 2026 menunjukkan ISPU Ketapang berada di angka 294, dengan PM2,5 sebagai parameter kritis. Kondisi tersebut masih menempatkan kualitas udara Ketapang dalam kategori sangat tidak sehat.




