Harumkan Nama Ketapang di Tingkat Nasional, 2 Siswa MAN 1 Ketapang Sukses Ikuti Sekolah Parlemen & Education Festival Indonesia 2026

Dua siswa MAN 1 Ketapang Darfa Satya Natapraja dan Zerlinda Sandra Aprilina. (Dok. Istimewa)
BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG – Dua generasi muda Kabupaten Ketapang, Darfa Satya Natapraja dan Zerlinda Sandra Aprilina, berhasil mengharumkan nama daerah dengan menjadi delegasi dalam Sekolah Parlemen & Parliamentary Tour DPR RI 2026 serta Education Festival Indonesia 2026 di Jakarta. Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, keduanya telah kembali ke Kabupaten Ketapang dan membagikan pengalaman serta inspirasi yang mereka peroleh selama mengikuti program nasional tersebut.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, para delegasi mendapatkan kesempatan mempelajari secara langsung sistem ketatanegaraan Indonesia. Mereka mengunjungi ruang sidang paripurna, ruang fraksi, mengikuti Parliamentary Tour, berdiskusi bersama Humas DPR RI, anggota DPR/DPD RI, serta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia.
Selain itu, Darfa dan Zerlinda juga mengikuti Education Festival Indonesia 2026, sebuah program pengembangan kapasitas generasi muda yang menghadirkan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah untuk memperkuat literasi, kepemimpinan, kolaborasi, serta wawasan kebangsaan.
Program tersebut sebelumnya juga pernah diikuti oleh pembina mereka Anton Hermawan, pada Desember 2025. Bagi Darfa, pengalaman mengikuti program tersebut menjadi momen yang selama ini hanya ia bayangkan.
“Awalnya saya hanya bisa melihat kemegahan Gedung DPR RI melalui layar televisi atau buku pelajaran di sekolah. Namun, kali ini saya mendapat kesempatan untuk merasakan langsung atmosfernya melalui program Sekolah Parlemen dan Parliamentary Tour. Saya bisa memasuki ruang sidang paripurna, ruang fraksi, hingga Teater Kemenpora RI. Pengalaman itu benar-benar luar biasa dan memberikan kesan yang sangat mendalam,” ungkap Darfa.
Menurutnya, momen yang paling berkesan adalah ketika mengikuti diskusi bersama Humas serta Anggota DPR dan DPD RI. Dari sana ia merasakan bahwa suara generasi muda memiliki ruang untuk didengar. Sementara dalam Focus Group Discussion (FGD), para peserta diajak berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta bertukar pandangan dengan pemuda-pemudi inspiratif dari berbagai penjuru Indonesia.
Darfa juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak menyia-nyiakan setiap peluang yang datang.
“Dari semua pengalaman itu, ada satu pelajaran yang paling membekas dalam diri saya, yaitu jangan pernah melewatkan setiap kesempatan yang datang. Sering kali kita kehilangan peluang emas hanya karena rasa takut dan minder yang kita ciptakan sendiri.
Banyak orang melihat informasi tentang program kepemudaan, beasiswa, atau kegiatan fully funded, tetapi memilih mundur bahkan sebelum mencoba karena merasa tidak cukup pintar, merasa orang lain lebih hebat, atau takut gagal terlebih dahulu.
Padahal, ketika kita menyerah sebelum berjuang, sesungguhnya kita sudah menutup pintu kesempatan itu sendiri.”
“Pesan saya, jangan pernah ragu untuk mencoba. Ketika ada kesempatan baik di depan mata, ambillah dan ikuti prosesnya. Jangan terlalu sibuk memikirkan hasil akhirnya. Keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman adalah sebuah kemenangan yang nyata. Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Karena itu, ketika peluang menghampiri, pastikan kita siap menyambutnya, berjuang dengan sungguh-sungguh, dan mengambil setiap pelajaran berharga dari proses yang dijalani,” tambahnya.
Sementara itu, Zerlinda Sandra Aprilina mengaku keikutsertaannya dalam Sekolah Parlemen dan Education Festival menjadi salah satu pengalaman yang mengubah cara pandangnya tentang kepemimpinan dan tanggung jawab generasi muda.
“Selama ini kita sering mendengar bahwa anak muda adalah pemimpin masa depan. Namun, pengalaman ini menyadarkan saya bahwa kita tidak perlu menunggu hari esok untuk mulai memimpin. Perubahan harus dimulai hari ini, oleh kita, generasi penerus bangsa,” ujar Zerlinda.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan dapat berdiri sebagai delegasi resmi di pusat pemerintahan Indonesia.
“Jujur, jika melihat ke belakang, semua pencapaian ini tidak pernah ada dalam daftar impian saya. Berdiri di panggung nasional sebagai delegasi resmi dan menyampaikan aspirasi di pusat pemerintahan terasa seperti sesuatu yang sangat jauh. Namun, saya belajar bahwa keberanian untuk mencoba adalah langkah yang mengubah segalanya.”
Menurut Zerlinda, pengalaman tersebut membuktikan bahwa rasa ragu sering kali menjadi penghalang terbesar bagi seseorang untuk berkembang.
“Saya menyadari bahwa keraguan hanya akan mengunci potensi kita. Berbekal niat untuk terus belajar dan ketekunan menjalani setiap proses seleksi, jalan itu akhirnya terbuka. Pengalaman ini membuktikan kepada saya bahwa batas kemampuan sering kali hanya ada dalam pikiran kita sendiri. Ketika niat baik dipadukan dengan kerja keras dan konsistensi, akan selalu ada jalan yang terbuka.”
Ia juga memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya kebijakan publik dan proses legislasi.
“Saya belajar bahwa politik bukan sekadar tentang perebutan kekuasaan, tetapi tentang bagaimana sebuah kebijakan dirancang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami belajar berdiskusi, merumuskan gagasan, menyampaikan kritik secara konstruktif, dan memahami proses legislasi secara langsung. Pengalaman tersebut semakin lengkap melalui Education Festival Indonesia 2026 yang mempertemukan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah untuk belajar, berkolaborasi, dan meningkatkan kapasitas diri.”
Di akhir pesannya, Zerlinda mengajak generasi muda untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan bangsa.
“Indonesia tidak kekurangan anak-anak muda yang cerdas. Yang dibutuhkan bangsa ini adalah lebih banyak generasi muda yang peduli, berani mengambil peran, dan mau berkontribusi bagi masyarakat. Saya mengajak seluruh generasi muda untuk tidak alergi terhadap politik dan kebijakan publik. Ketika kita memilih diam dan apatis, kita sedang menyerahkan masa depan kepada orang lain. Terutama bagi teman-teman yang masih ragu dengan kemampuan diri, beranilah mengambil langkah pertama.
Jangan takut gagal sebelum mencoba. Mari terus meningkatkan literasi, memperluas jejaring positif, dan mengasah kepemimpinan melalui berbagai kesempatan belajar. Saya percaya, perubahan besar selalu berawal dari keberanian untuk memulai,” tuturnya.
Keikutsertaan Darfa Satya Natapraja dan Zerlinda Sandra Aprilina dalam Sekolah Parlemen & Parliamentary Tour DPR RI 2026 serta Education Festival Indonesia 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda Kabupaten Ketapang mampu bersaing di tingkat nasional. Pengalaman yang mereka bawa pulang diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pelajar dan pemuda lainnya untuk terus belajar, berani mengambil peluang, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Ketapang dan Indonesia.
(Anton)




