Produk Usaha Abon Boniku Dorong Ekonomi Perempuan Pesisir di Batu Ampar Naik Kelas

Rumah produksi Boniku Abon Ikan di Desa Batu Ampar, Kubu Raya, menjadi harapan baru ekonomi perempuan pesisir melalui KUPS Cita Rasa Pesisir yang mengolah ikan lokal menjadi produk bernilai jual.

Rumah produksi Boniku Abon Ikan di Desa Batu Ampar, Kubu Raya, menjadi harapan baru ekonomi perempuan pesisir melalui KUPS Cita Rasa Pesisir yang mengolah ikan lokal menjadi produk bernilai jual.

Salma mengatakan KUPS Cita Rasa Pesisir dibentuk pada 20 Maret 2026. Meski masih tergolong baru, kelompok ini mulai menunjukkan potensi pengembangan ekonomi lokal berbasis hasil perikanan.

Saat ini, KUPS Cita Rasa Pesisir memiliki potensi produksi sekitar 30 kilogram abon ikan. Produk tersebut dibuat dalam tiga varian bahan baku ikan lokal, yakni ikan toman, tenggiri, dan betutu.

“Potensi produksi kami saat ini 30 kilogram abon, dengan tiga varian ikan, yaitu toman, tenggiri, dan betutu,” ujarnya.

Baca juga:  Turnamen eFootball 2025 PS4 di Kalbar, Ajang Kompetitif yang Mempererat Komunitas Gamers!

Usaha abon ikan ini dikelola oleh 15 perempuan Desa Batu Ampar, melibatkan perempuan dalam rumah produksi tersebut menjadi bagian penting dari penguatan ekonomi keluarga pesisir. Mereka tidak hanya mengolah bahan mentah, tetapi juga ikut membangun identitas produk lokal yang dapat menjadi ciri khas Desa Batu Ampar.

Selain dukungan yang direncanakan dari pemerintah daerah, KUPS Cita Rasa Pesisir juga telah menerima bantuan dari SAMPAN Kalimantan senilai Rp25 juta. Bantuan yang sudah terealisasi itu digunakan untuk alat produksi dan bahan baku.

Baca juga:  Prediksi Cuaca BMKG Kalbar 2-4 Maret 2025 Berdasarkan Wilayahnya

Salma menjelaskan, pemasaran Boniku Abon Ikan mulai dilakukan melalui dua jalur. Untuk pasar offline, produk dipasarkan ke toko oleh-oleh, toko roti, kafe, serta pesanan dari berbagai pihak. Sementara untuk penjualan online, produk akan dipasarkan melalui toko daring yang dikelola tim SAMPAN Kalimantan.

Boniku Abon Ikan pun bukan sekadar produk makanan. Produk ini menjadi simbol semangat masyarakat pesisir Batu Ampar untuk naik kelas, menggali potensi lokal, dan membangun ekonomi yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Baca juga:  Seminar Bedah RKUHAP Magister Hukum Untan Kupas Implikasi & Tantangan Penegakan Hukum di Tanah Air

Akses Berita Terbaru dari Beritainkalbar di sini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *