Kubu Raya Miliki Pesantren Terbanyak di Kalimantan, Bupati Sujiwo Dorong Jadi Pusat Pendidikan Santri

Bupati Sujiwo

Bupati Kabupaten Kubu Raya, Sujiwo, saat menyampaikan arahannya. (Dok. Prokopim Pemkab Kubu Raya)

BERITAINKALBAR.COM, KUBU RAYA – Kabupaten Kubu Raya dikenal sebagai daerah dengan jumlah pondok pesantren terbanyak di Pulau Kalimantan. Kondisi tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk menjadikan Kubu Raya sebagai pusat pendidikan Islam berbasis pesantren di wilayah Kalimantan.

Santri Kubu Raya

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyampaikan bahwa besarnya jumlah pondok pesantren harus dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk membina generasi muda muslim melalui pendidikan berbasis keagamaan. Ia berharap pesantren di Kubu Raya mampu menjadi pilihan utama masyarakat dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak mereka.

“Kita mempunyai harapan pondok pesantren ke depan nanti bisa menjadi pilihan utama masyarakat muslim untuk menyekolahkan, memondokkan anak-anaknya menimba ilmu agama,” ujar Sujiwo di Sungai Raya, Senin (16/3/2026).

Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Pesantren

Meski memiliki potensi besar, Sujiwo menilai masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan favorit masyarakat. Salah satu tantangan utama adalah membangun kepercayaan para orang tua agar yakin menitipkan pendidikan putra-putri mereka di pondok pesantren.

Baca juga:  MAN 1 Pontianak Apresiasi Prestasi Putri Ramadhani yang Lolos ke Forum Pelajar Indonesia 2024

Menurutnya, kepercayaan tersebut hanya bisa dibangun apabila pesantren mampu menyediakan fasilitas pendidikan yang layak serta lingkungan yang mendukung proses belajar mengajar.

“Supaya orang tua mempunyai keyakinan dan kepercayaan, maka pondok pesantren harus menyuguhkan yang betul-betul layak dan representatif. Asramanya seperti apa, masjidnya seperti apa, ruang belajar, sanitasi, lingkungan hingga MCK-nya harus baik, begitu juga kualitas ustaz dan ustazahnya,” jelasnya.

Perlu Kolaborasi Pemerintah dan Berbagai Pihak

Sujiwo menegaskan bahwa peningkatan kualitas pesantren tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak agar pesantren di Kubu Raya dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia mengakui bahwa secara kewenangan, pengelolaan pondok pesantren berada di bawah Kementerian Agama. Namun demikian, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral untuk turut mendukung pengembangan pendidikan berbasis pesantren.

Baca juga:  Parade Naga Bersinar Cap Go Meh Pontianak: Rute, Makna, dan Daya Tarik Budayanya

“Memang persoalan pondok pesantren ini bukan kewajiban penuh pemerintah daerah, tetapi Kementerian Agama. Namun karena keterbatasan anggaran, maka kita juga akan ikut menopang dan memberikan perhatian,” ucapnya.

Dukungan Infrastruktur dan Lingkungan Pesantren

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berencana membantu pengembangan pesantren melalui berbagai program pembangunan. Bantuan tersebut antara lain berupa pembangunan akses jalan menuju pesantren, perbaikan halaman pesantren melalui program pemasangan bata beton atau pavingisasi, serta penghijauan lingkungan pesantren.

“Akses ke pondok harus layak. Kita juga punya program pavingisasi, membantu lingkungan agar lebih asri dengan tanaman, serta memberikan hibah dan bantuan sosial termasuk pembangunan fasilitas,” tambahnya.

Perhatian untuk Seluruh Pendidikan Keagamaan

Lebih lanjut, Sujiwo menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan keagamaan tidak hanya diberikan kepada pesantren. Pemerintah juga akan memberikan dukungan kepada lembaga pendidikan keagamaan lainnya tanpa membedakan latar belakang agama.

Baca juga:  Kawasan Tertib Lalu Lintas di Jalan Diponegoro, Dishub Singkawang Minta Pemilik Usaha Taat Aturan

“Sekolah Minggu atau lembaga pendidikan keagamaan nonmuslim juga akan kita perhatikan. Karena pada sejatinya tujuan kita adalah membangun karakter dan mental spiritual masyarakat Kubu Raya,” terangnya.

Menurut Sujiwo, pembangunan karakter dan spiritual masyarakat harus berjalan seiring dengan pembangunan fisik daerah. Dengan keseimbangan tersebut, diharapkan tercipta masyarakat yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga memiliki nilai moral dan karakter yang kuat.

Ia pun optimistis, dengan dukungan pemerintah daerah serta kerja sama berbagai pihak, pondok pesantren di Kabupaten Kubu Raya dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat.

“Semoga mimpi para ulama dan masyarakat muslim untuk menjadikan pesantren sebagai pusat pembinaan generasi berakhlak mulia di Kubu Raya dapat terwujud di masa mendatang,” harapnya. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *