
Parade Naga Bersinar Cap Go Meh Pontianak 2023 (Dok. Instagram @ajau_sung)
BERITAINKALBAR.COM, PONTIANAK – Perayaan Cap Go Meh di Pontianakselalu menjelma menjadi peristiwa budaya yang paling ditunggu masyarakat setiap tahunnya. Setelah rangkaian Tahun Baru Imlek berlangsung, malam ke-15 atau Cap Go Meh menjadi penutup yang dirayakan dengan meriah, penuh cahaya, dan sarat makna. Di antara berbagai agenda yang digelar, Parade Naga Bersinar menjadi daya tarik utama sekaligus ikon khas Kota Khatulistiwa yang tidak pernah absen menyedot perhatian ribuan warga dan wisatawan.
Pada perayaan 2577 Kongzili, puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 Maret 2026 mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai. Pusat kegiatan dipusatkan di area Panggung Utama Harris Hotel Pontianak, yang berada di koridor utama Jalan Gajah Mada. Waktu pelaksanaan pada malam hari dipilih untuk menghadirkan efek visual maksimal dari ribuan lampu yang menghiasi replika naga, sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah salat tarawih.
Rute Parade Naga Bersinar
Arak-arakan naga memulai perjalanan dari simpang Jalan Ketapang, tepatnya di depan Hotel Avara. Dari titik awal tersebut, iring-iringan naga bergerak perlahan menyusuri Jalan Gajah Mada yang menjadi jalur utama pertunjukan dan pusat konsentrasi penonton. Sepanjang ruas jalan ini, masyarakat akan disuguhi atraksi tarian naga dengan koreografi yang telah dipersiapkan oleh masing-masing kelompok peserta.
Setelah melintasi kawasan utama kota, parade kemudian berakhir di Jalan Budi Karya sebagai titik finis. Rute ini dipilih karena mampu menampung antusiasme masyarakat yang memadati sisi kiri dan kanan jalan untuk menyaksikan pertunjukan dari jarak dekat. Biasanya, ribuan warga sudah memadati lokasi sejak sore hari demi mendapatkan posisi terbaik.
Sepanjang rute tersebut, publik dapat menyaksikan 49 replika naga dengan ukuran yang beragam. Panjang naga bervariasi mulai dari sekitar 20 meter hingga mencapai 118 meter untuk yang terpanjang. Setiap naga dirancang dengan karakter dan ornamen berbeda, mencerminkan kreativitas, semangat gotong royong, serta kebanggaan komunitas yang membuatnya. Seluruh naga merupakan hasil kreasi masyarakat, baik dari komunitas Tionghoa maupun kelompok budaya lainnya yang turut berpartisipasi.
Ikon Budaya Kota Pontianak
Parade Naga Bersinar bukan sekadar tontonan visual yang memanjakan mata. Lebih dari itu, ia menjadi simbol akulturasi budaya dan harmoni sosial di Pontianak. Ribuan lampu warna-warni yang menghiasi tubuh naga menciptakan efek “lautan cahaya” yang spektakuler di tengah gelapnya malam. Ketika naga-naga tersebut bergerak serempak mengikuti irama musik tradisional dan tabuhan genderang, suasana kota berubah menjadi panggung budaya terbuka yang penuh energi.
Tradisi ini turut mempertegas identitas Pontianak sebagai kota multikultural yang menjunjung tinggi nilai keberagaman. Cap Go Meh bukan hanya milik satu etnis, tetapi telah menjadi perayaan bersama yang dirayakan lintas komunitas. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang yang berbaur menyaksikan parade menjadi gambaran nyata toleransi yang terjaga di Kota Khatulistiwa.
Kegiatan karnaval umumnya berlangsung hingga pukul 02.00 WIB. Untuk memastikan kelancaran acara, pengamanan dan pengaturan lalu lintas telah dikoordinasikan bersama aparat kepolisian dan instansi terkait. Rekayasa lalu lintas biasanya diberlakukan di sekitar Jalan Gajah Mada, Jalan Ketapang, dan Jalan Budi Karya guna menghindari kemacetan dan menjaga keselamatan pengunjung.
Dengan kemegahan pertunjukan, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta pengelolaan yang semakin baik setiap tahunnya, Parade Naga Bersinar dalam perayaan Cap Go Meh terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu agenda wisata budaya terbesar di Kalimantan Barat. Tradisi ini tidak hanya merawat warisan leluhur, tetapi juga menjadi kebanggaan bersama warga Pontianak di mata nasional maupun internasional.




