ISPU Ketapang 16 September 2026 Tembus 314, Kualitas Udara Masih Kategori Berbahaya

Udara Ketapang

Pantauan udara Ketapang, Rabu (16/9/2026). (Dok. Ketapang Holic Media)

BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG – Kualitas udara di Kabupaten Ketapang masih berada pada level Berbahaya. Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang pada Rabu, 16 September 2026 pukul 09.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 314.

Angka tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Selasa, 15 September 2026, ISPU Ketapang tercatat mencapai 326 dan juga berada dalam kategori Berbahaya.

Dengan demikian, ISPU pada 16 September turun 12 poin atau sekitar 3,7 persen dibandingkan hari sebelumnya. Meski turun, kualitas udara belum keluar dari kategori Berbahaya karena masih berada di atas angka 300.

Baca juga:  Permudah Akses Bansos & Berobat, Dinsos Mempawah Ajak Warga Manfaatkan Aplikasi atau Usulan Berjenjang dari RT

PM2.5 Masih Menjadi Parameter Kritis

Dalam pengukuran terbaru DLH Ketapang, PM2.5 menjadi parameter kritis dengan nilai 314. Sementara itu, PM10 tercatat 178. Pengukuran dilakukan di Halaman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang dengan koordinat S 01°49’55.296″ dan E 109°58’40.853″.

Pada pukul 09.00 WIB, kelembapan udara tercatat 72,8 persen RH, tekanan udara 758,6 mmHg dan suhu 28,4 derajat Celsius. Kategori Berbahaya pada ISPU menunjukkan kondisi kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan secara serius pada populasi dan memerlukan penanganan cepat.

Baca juga:  Di Balik Gurihnya Lele, Ada Ancaman Logam Berat yang Mengintai

Masyarakat Diminta Hindari Aktivitas di Luar

Dalam informasi DLH Kabupaten Ketapang, kelompok sensitif dianjurkan tetap berada di dalam ruangan dan hanya melakukan sedikit aktivitas. Sementara untuk masyarakat secara umum, dianjurkan menghindari seluruh aktivitas di luar ruangan.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian masyarakat Ketapang, terutama karena parameter PM2.5 masih berada pada angka tinggi. Masyarakat diimbau terus mengikuti perkembangan kualitas udara dan membatasi paparan udara luar selama kondisi masih berada pada kategori Berbahaya.

Baca juga:  Pj Gubernur Kalbar Ungkap Penyebab Harga Beras Naik

Pantauan Drone Redaksi

Berdasarkan pantauan tim redaksi menggunakan drone dari udara, kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di kawasan perkotaan Ketapang dan sekitarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah hasil pemantauan DLH Ketapang yang menunjukkan ISPU masih berada pada kategori Berbahaya, meskipun mengalami penurunan dari 326 pada 15 September menjadi 314 pada 16 September 2026.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara di Kabupaten Ketapang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *