Inovasi Digital Mahasiswa KKN 78 UM Pontianak, Luncurkan GiziApp Perkuat Pemantauan Gizi Balita dan Deteksi Dini Stunting di Desa Limbung

Kelompok 78 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Pontianak. (Dok. Istimewa)

BERITAINKALBAR.COM, KUBU RAYA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 78 Universitas Muhammadiyah Pontianak menghadirkan inovasi digital berupa GiziApp, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk membantu masyarakat serta kader Posyandu dalam memperoleh informasi dan melakukan pemantauan status gizi, khususnya bagi balita di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Inisiasi ini diluncurkan setelah tim KKN mendapatkan informasi terkait masih adanya permasalahan stunting yang ditemukan di desa tersebut. Tim KKN Kelompok 78 yang beranggotakan delapan orang mahasiswa ini diketuai oleh Sultan Nur Riduan dari Program Studi Teknik Informatika. Kehadiran GiziApp menjadi salah satu program unggulan yang memadukan kolaborasi keilmuan secara langsung antara mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Elly Trisnawati, S.K.M., M.Sc. selaku Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kelompok KKN 78 menjelaskan bahwa selain menyajikan materi edukasi gizi, platform ini dirancang untuk memberikan solusi praktis bagi para orang tua.

“Selain informasi gizi, GiziApp menyediakan resep MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang dapat menjadi referensi bagi orang tua dalam menyediakan makanan yang sesuai untuk anak. Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui pilihan makanan yang beragam dan bergizi,” papar Elly, yang juga merupakan dosen dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Baca juga:  Lagu Aku Dah Lupa yang Viral di TikTok Karya Musisi Muda Singkawang, Ini Lirik dan Maknanya!

Salah satu fitur utama GiziApp adalah Kalkulator Gizi, yang memungkinkan pengguna untuk memasukkan data anak seperti nama, jenis kelamin, umur, berat badan, serta tinggi atau panjang badan anak. Dalam pengembangan kalkulatornya, GiziApp memanfaatkan dataset pertumbuhan dan perkembangan anak dari World Health Organization (WHO) sebagai dasar referensi utama dalam pengolahan indikator antropometri. Penggunaan standar pertumbuhan WHO ini bertujuan agar hasil pemantauan gizi anak dapat dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan secara internasional.

Data yang dimasukkan oleh pengguna kemudian diproses untuk menghasilkan informasi mengenai status pertumbuhan anak berdasarkan beberapa indikator antropometri. Indikator ini mencakup Berat Badan Menurut Umur (BB/U), Panjang/Tinggi Badan Menurut Umur (PB-TB/U), serta Berat Badan Menurut Panjang/Tinggi Badan (BB/PB-TB). Hasil pengukuran disajikan secara transparan dalam bentuk nilai Z-score, interpretasi status pertumbuhan, serta visualisasi grafik pertumbuhan agar lebih mudah dipahami oleh pengguna.

Baca juga:  Promo Natal Pur Bridal Pontianak: Gaun Putih Mulai Rp300 Ribu, Bisa Booking Nama untuk Acara Tahun Depan

GiziApp juga dilengkapi dengan fitur deteksi dini indikasi stunting. Apabila hasil pengukuran panjang atau tinggi badan menurut umur anak berada di bawah ambang batas yang ditetapkan standar WHO, sistem secara otomatis akan memberikan pemberitahuan dini mengenai indikasi permasalahan pertumbuhan serta rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ketua Kelompok KKN 78, Sultan Nur Riduan, memberikan ilustrasi operasional sistem tersebut.

“Ketika data seorang anak menunjukkan tinggi badan menurut umur berada jauh di bawah standar, sistem dapat memberikan keterangan ‘Terindikasi Stunting-Deteksi Dini’. Pengguna kemudian memperoleh rekomendasi untuk berkonsultasi dengan Puskesmas atau tenaga kesehatan agar kondisi anak dapat diperiksa dan ditindaklanjuti secara tepat,”ujarnya menjelaskan.

Untuk menunjang dokumentasi dan tindak lanjut medis, hasil pengukuran dari kalkulator gizi dapat langsung diunduh oleh pengguna dalam format PDF. Fitur unduhan ini mempermudah orang tua atau kader Posyandu untuk menyimpan berkas sebagai dokumen pencatatan pribadi, maupun membawanya sebagai bahan rujukan fisik ketika melakukan konsultasi langsung dengan petugas atau fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil pertumbuhan juga ditampilkan secara dinamis melalui grafik pertumbuhan untuk memperlihatkan posisi pertumbuhan anak terhadap kurva standar WHO secara visual.

Baca juga:  Kaya akan Keberagaman, Ini Daftar Suku di Kalbar dan Data Jumlah Etnisnya!

Saat ini, seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses platform GiziApp secara gratis dan praktis melalui alamat situs web https://kalkulator-gizi-brown.vercel.app/. Guna mempermudah warga lokal yang ingin langsung mengakses dari smartphone tanpa mengetik ulang alamat web, Kelompok KKN 78 juga menyediakan QR Code fisik yang dapat ditemui di pos-pos pelayanan kesehatan dan disebarluaskan di lingkungan Desa Limbung.

Melalui kehadiran GiziApp, Kelompok KKN 78 Universitas Muhammadiyah Pontianak berkomitmen penuh dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana edukasi yang inklusif dan alat bantu pemantauan gizi yang praktis di tingkat tapak. Langkah ini diharapkan mampu mendukung peningkatan literasi gizi orang tua secara masif, sekaligus memberdayakan masyarakat Desa Limbung untuk mengenali lebih awal adanya potensi hambatan tumbuh kembang pada buah hati mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *