Disporapar Kalbar Adakan Lomba Konten Video Kreatif Pariwisata 2026, Total Hadiah Rp10,5 Juta

Lomba Video Disporapar Kalbar

BERITAINKALBAR.COM, PONTIANAK – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat membuka Lomba Konten Video Kreatif Pariwisata Kalimantan Barat 2026 bagi kalangan Gen Z dan milenial. Kompetisi yang diunggah via akun resmi Instagram @disporaparkalbar ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mempromosikan beragam potensi wisata Kalbar melalui karya video kreatif yang edukatif dan menarik.

Lomba Video Kreatif Pariwisata Disporapar Kalbar

Pendaftaran dibuka mulai 3 Agustus hingga 17 Agustus 2026, sementara batas akhir pengumpulan video berlangsung pada 18 Agustus 2026. Peserta dapat mendaftarkan diri melalui formulir daring di tautan berikut:

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSd_AwhtcYM6qgRpffiCPc41-Ky0Sx5qAXXlp8hJYhJdEWcinw/viewform

Dalam kompetisi ini, peserta dapat mengangkat berbagai tema, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata religi, wisata kuliner, tradisi dan kearifan lokal, hingga event atau festival daerah di Kalimantan Barat.

Baca juga:  Peringatan Lingkungan: Sungai Kapuas Darurat Pencemaran, Racun Mengalir Diam-diam di Sungai Kapuas

Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp10.500.000, dengan rincian Juara I memperoleh Rp4 juta, Juara II Rp3 juta, Juara III Rp2 juta, serta penghargaan favorit (berdasarkan viewers terbanyak dan jumlah share) senilai Rp1,5 juta. Seluruh pemenang juga akan menerima trofi dan sertifikat.

Adapun dewan juri terdiri dari konten kreator Acu Tison, konten kreator dan blogger Siti Mustiani, serta Bader Sasmara selaku Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disporapar Provinsi Kalimantan Barat.

Ketentuan Karya

Lomba Video Wisata Kalbar

Video yang dilombakan harus berdurasi maksimal 3 menit, menggunakan format MP4 atau MOV, berorientasi vertikal (9:16) dengan resolusi minimal HD (1280 x 720), dan disarankan Full HD (1920 x 1080). Karya wajib menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan penggunaan bahasa daerah diperbolehkan dengan menyertakan terjemahan dalam bahasa Indonesia.

Baca juga:  Lestarikan Tradisi, Tiga Peneliti Kembangkan Game GARISKOYAK, Tari Koncong Dayak

Lomba Video Wisata Kalbar

 

Panitia juga menegaskan bahwa video harus merupakan karya asli peserta dan tidak dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Selain itu, karya tidak boleh mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, kampanye politik, iklan komersial, hoaks, maupun konten yang dapat merusak citra budaya. Informasi pelanggaran hak cipta sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta.

Mekanisme Pengumpulan

Lomba Video Kalbar

 

Video diunggah melalui Instagram Reels atau TikTok. Peserta diwajibkan mencantumkan nama destinasi wisata, lokasi, serta ajakan berkunjung pada caption. Selain itu, peserta wajib menggunakan tagar resmi #LombaKontenVideoKreatifPariwisataKalBar, #PariwisataKalBar, dan #KalBarRimbaDanBudaya, menandai lokasi wisata, serta me-mention akun Instagram @disporaparkalbar. Setelah diunggah, tautan video dikirim melalui formulir pendaftaran yang telah disediakan.

Syarat Peserta dan Jadwal

Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu karya video melalui satu akun media sosial yang harus dalam kondisi publik. Peserta juga diwajibkan mengikuti akun media sosial resmi Disporapar Kalbar. Video yang dinilai adalah karya yang diunggah pada periode 3–18 Agustus 2026.

Baca juga:  Pontianak Bangga, Stephanie Meyerson Lolos Grand Final MasterChef Indonesia Season 13

Berikut tahapan lomba:

  • 3 Agustus 2026: Publikasi poster dan pembukaan pendaftaran.
  • 3–17 Agustus 2026: Pendaftaran peserta dan produksi video.
  • 18 Agustus 2026: Batas akhir pengumpulan video.
  • 19–22 Agustus 2026: Verifikasi dan penilaian.
  • 23 Agustus 2026: Pengumuman finalis.
  • 27 Agustus 2026: Awarding Night.

Melalui kompetisi ini, Disporapar Kalbar berharap semakin banyak konten kreatif yang mampu memperkenalkan pesona wisata, budaya, dan kearifan lokal Kalimantan Barat kepada masyarakat luas sekaligus mendorong promosi pariwisata daerah melalui kreativitas generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *