Delta Kapuas Project Dorong Transformasi Ekonomi Lewat Panen Perdana Lele KUPS Jahanang Mandiri

Panen perdana lele KUPS Silvofishery Jahanang Mandiri LPHD Teluk Bakung membuktikan Perhutanan Sosial mampu mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

Panen perdana lele KUPS Silvofishery Jahanang Mandiri LPHD Teluk Bakung membuktikan Perhutanan Sosial mampu mendukung mitigasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.

BERITAINKALBAR.COM, KUBU RAYA – Panen perdana budidaya lele Sangkuriang yang dilakukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Silvofishery Jahanang Mandiri menjadi bukti bahwa upaya mitigasi perubahan iklim dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. KUPS yang berada di bawah naungan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Teluk Bakung ini merupakan bagian dari pengembangan usaha Perhutanan Sosial yang didampingi SAMPAN Kalimantan melalui Delta Kapuas Project, sebuah inisiatif yang mendorong perlindungan Hutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Panen perdana yang digelar pada Selasa, 28 Juli 2026 hingga Rabu, 29 Juli 2026 di Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya, menjadi tonggak awal keberhasilan masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan berkelanjutan sebagai alternatif mata pencaharian di kawasan hutan desa.

Program ini mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif yang ramah lingkungan, sehingga tekanan terhadap pemanfaatan hutan dapat berkurang sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

Budidaya lele Sangkuriang dimulai melalui penebaran pada 25 Mei 2026. Setelah dipelihara selama sekitar dua bulan, KUPS berhasil melaksanakan panen pertama dengan hasil yang memuaskan.

Keberhasilan ini menjadi langkah awal transformasi ekonomi masyarakat dari aktivitas yang bergantung pada sumber daya alam secara ekstraktif menuju usaha budidaya yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mendukung agenda aksi iklim.

Analis Akuakultur Ahli Muda Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya, Mugianto, mengatakan hasil panen menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kemampuan mengembangkan usaha budidaya apabila didukung dengan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan.

Baca juga:  Regulasi Baru Permenhut 6/2026, Perkuat Perhutanan Sosial dalam Perdagangan Karbon

“Secara keseluruhan proses pembesaran ikan berjalan dengan baik. Memang masih ada beberapa aspek teknis yang perlu diperbaiki, namun kegiatan ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Teluk Bakung,” ujarnya.

Menurutnya, Dinas Perikanan Kabupaten Kubu Raya akan terus memberikan pendampingan mulai dari teknik budidaya, pengelolaan kolam, hingga pemasaran hasil produksi. Ia juga mendorong agar anggota KUPS menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) sehingga kualitas produk tetap terjaga dan mampu bersaing di pasar.

Ketua KUPS Silvofishery Jahanang Mandiri, Yesi Gusmana, menjelaskan bahwa kelompok yang dipimpinnya beranggotakan 16 orang, terdiri dari perempuan dan laki-laki yang sebelumnya telah memperoleh pelatihan budidaya ikan.

Menurutnya, usaha budidaya lele tidak hanya menghasilkan panen pertama yang menggembirakan, tetapi juga memberikan harapan baru bagi masyarakat Desa Teluk Bakung untuk memperoleh sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

“Sebanyak 2.000 ekor benih kami pelihara di kolam tanah dan kolam terpal. Dalam waktu sekitar dua bulan dua hari kami sudah dapat melaksanakan panen pertama. Tantangan terbesar saat ini adalah musim kemarau yang menyebabkan pasokan air terbatas, namun kami tetap berupaya menjaga kualitas budidaya,” kata Yesi.

Ia menegaskan bahwa KUPS Silvofishery Jahanang Mandiri dibentuk bukan hanya sebagai kelompok usaha, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan desa.

“Kami berharap usaha budidaya lele ini terus berkembang sebagai mata pencaharian baru bagi masyarakat. Dengan adanya usaha ini, masyarakat memiliki peluang meningkatkan pendapatan sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga:  Perkuat Ekonomi Desa Teluk Bakung, KUPS Jahanang Mandiri Kembangkan Budidaya Lele Sangkuriang

Dukungan terhadap pengembangan usaha tersebut juga diberikan oleh PT Belantara Sejahtera Mandiri (BSM) sebagai mitra pendanaan pengembangan usaha masyarakat dalam Delta Kapuas Project.

Perwakilan PT Belantara Sejahtera Mandiri, abdurahman Siagian, mengatakan panen perdana menjadi indikator awal keberhasilan pengembangan usaha masyarakat yang dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Pada tahap awal ini kami melakukan uji coba menggunakan dua sistem budidaya, yaitu kolam tanah dan kolam terpal. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan model budidaya yang paling optimal sehingga pengembangan usaha dapat dilakukan secara lebih efektif,” ujarnya.

Menurut Adit, dukungan PT Belantara Sejahtera Mandiri akan terus berlanjut sesuai kebutuhan kelompok agar usaha ini mampu berkembang menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

“Kami berharap KUPS Jahanang Mandiri dapat menjadi contoh bagi kelompok usaha perhutanan sosial lainnya. Jika berkembang dengan baik, manfaatnya akan dirasakan oleh lebih banyak masyarakat dan memperkuat ekonomi desa,” katanya.

Pada Rabu, 29 Juli 2026, anggota KUPS Silvofishery Jahanang Mandiri melaksanakan panen lanjutan bersama pengepul ikan dari Kampung Jawa Tengah sebagai bagian dari pemasaran hasil produksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *