Syair Gulung Ketapang Raih Rekor MURI, Budaya Melayu Tanah Kayong Makin Dikenal Nasional

Syair Gulung

Bupati Ketapang menyampaikan sambutan penutupan Festival Syair Gulung Tanah Kayong yang sukses mencatatkan Rekor MURI sebagai Syair Gulung Terpanjang di Kabupaten Ketapang (Prokopim, Pemkab Ketapang).

BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG – Kabupaten Ketapang kembali mencuri perhatian lewat prestasi di bidang kebudayaan. Tradisi Syair Gulung khas Melayu Tanah Kayong sukses mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Syair Gulung Terpanjang.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Ketapang sekaligus membuktikan bahwa budaya lokal tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Keberhasilan itu menjadi bagian dari rangkaian Festival Syair Gulung Tanah Kayong yang resmi ditutup langsung oleh Bupati Ketapang. Ia menekan kan bahwa festival budaya tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bentuk nyata komitmen masyarakat bersama Bupati Ketapang dalam menjaga warisan budaya daerah agar tetap lestari.

Baca juga:  Gubernur Ria Norsan Serukan Pentingnya Syukur di Momentum Idulfitri

“Syair Gulung bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi juga menyimpan pesan moral, sejarah, nasihat kehidupan, serta nilai persatuan yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Melayu” ujarnya.

Festival budaya ini dinilai berhasil karena ditopang sejumlah faktor penting yang memperkuat eksistensi Syair Gulung di tengah masyarakat.

Salah satunya adalah keberhasilan meraih pengakuan tingkat nasional melalui Rekor MURI. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal dari Ketapang mampu tampil di panggung nasional dan mendapat apresiasi luas.

Baca juga:  Pemerintah Genjot Pajak Digital & Kripto, Target Triliunan

Selain itu, Syair Gulung juga dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya serta nilai moral masyarakat. Di tengah perkembangan era digital, tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga etika, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sendiri.

Festival tersebut juga melibatkan berbagai kalangan mulai dari budayawan, pelajar, hingga generasi muda. Keterlibatan lintas generasi ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi Syair Gulung agar terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Festival Syair Gulung Tanah Kayong ditargetkan dapat menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional yang mampu menarik wisatawan datang ke Kabupaten Ketapang.

Baca juga:  Dorong Legalitas UMKM, Kemenkum Kalbar Gandeng Mitra Strategis Gelar Sosialisasi Perseroan Perorangan

Antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan menjadi bukti kuat bahwa budaya daerah masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Ketapang.

Berakhirnya festival ini pun dianggap bukan sebagai penutup, melainkan awal semangat baru untuk terus menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan budaya Melayu Tanah Kayong kepada generasi mendatang.

Harapan besar kini tertuju kepada generasi muda agar terus menjaga warisan budaya leluhur, melestarikan syair-syair penuh makna, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air melalui jalur kebudayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *