Aspirasi Buruh Kalbar Didengar, Gubernur Buka Ruang Dialog dan Siapkan Dukungan Anggaran

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat menerima audiensi yang berlangsung di Kantor Gubernur, Rabu, 29 April 2026. (Dok. Istimewa)
BERITAINKALBAR.COM, PONTIANAK – Aspirasi Serikat Buruh Kalimantan Barat mendapat perhatian langsung dari Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Gubernur, Rabu, 29 April 2026.
Dalam pertemuan tersebut, para buruh menyampaikan sejumlah isu penting, mulai dari jaminan sosial ketenagakerjaan, perlindungan tenaga kerja, hingga perlunya mengaktifkan kembali dialog tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ria Norsan menyampaikan komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja, termasuk melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
“Jaminan sosial ketenagakerjaan ini kami sudah bekerja sama dengan BPJS untuk lebih mempermudah agar tenaga kerja bisa diasuransikan melalui program tersebut. Kami juga meminta perusahaan agar ikut andil dalam memberikan perlindungan kepada pekerja,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk membantu tenaga kerja rentan.
“BPJS Ketenagakerjaan juga sudah kami anggarkan dalam APBD untuk membantu tenaga kerja rentan. Alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar untuk membantu kurang lebih 30 ribu orang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyambut positif usulan untuk menghidupkan kembali dialog tripartit sebagai wadah komunikasi yang konstruktif dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan.
“Yang disampaikan kepada saya terkait dialog tripartit untuk dihidupkan kembali, ini merupakan masukan yang sangat baik. Dialog ini penting dalam menyelesaikan berbagai permasalahan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap bekerja sama dengan serikat buruh dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Kalimantan Barat.
“Sebagai pemerintah daerah, kami siap bekerja sama dan membantu serikat buruh Kalimantan Barat untuk bersama-sama memperjuangkan nasib para buruh di daerah ini,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ria Norsan juga membuka peluang komunikasi yang lebih luas dan fleksibel bagi para buruh.
“Jika ada hal yang ingin didiskusikan dengan saya selaku pengambil kebijakan, insyaallah saya siap kapan pun. Silakan disampaikan melalui surat, bisa juga lewat kepala dinas. Bahkan di waktu santai pun kita bisa berdiskusi, misalnya sambil ngopi, ngobrol tentang nasib pekerja kita. Saya siap jika ada waktu,” tutupnya.




