Setahun Norsan-Krisantus Memimpin, Transformasi Pendidikan Kalbar Bergerak Masif dan Terukur

Norsan-Krisantus

Paslon Norsan-Krisantus saat Pilkada Serentak 2024. (Instagram @rianorsan.id)

BERITAINKALBAR.COM, PONTIANAK – Genap satu tahun duet kepemimpinan Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menahkodai Kalimantan Barat sejak dilantik 20 Februari 2025 lalu, sektor pendidikan menjadi prioritas yang mendapatkan perhatian serius dan konsisten. Pemerintah Provinsi Kalbar mendorong percepatan peningkatan mutu sekaligus memperluas jangkauan layanan pendidikan agar dapat dirasakan hingga ke wilayah terpencil.

Setahun Norsan-Krisantus

Berbagai kebijakan strategis diluncurkan dalam kurun satu tahun terakhir, dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek aksesibilitas, pemerataan, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.

Digitalisasi Sekolah Lewat Internet Gratis

Salah satu terobosan yang mulai dirasakan sekolah adalah program internet gratis. Kebijakan ini dirancang untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan pendidikan, sekaligus menjawab tantangan pembelajaran berbasis teknologi.

Program tersebut telah melalui tahap uji coba di sejumlah sekolah dan diberikan tanpa membebani anggaran operasional sekolah. Kehadiran akses internet yang stabil diharapkan mendukung proses belajar-mengajar berbasis digital, memperluas referensi pembelajaran, serta meningkatkan kompetensi literasi teknologi siswa dan guru.

Baca juga:  INFOGRAFIS: Jadwal dan Paket Sembako Operasi Pasar Murah Pemkot Pontianak

Langkah ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi Kalbar yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Subsidi SPP dan Beasiswa untuk 21 Ribu Siswa

Komitmen pemerataan pendidikan juga diwujudkan melalui bantuan subsidi SPP bagi 21 ribu siswa dari 274 sekolah swasta prioritas. Pemerintah Provinsi Kalbar mengalokasikan bantuan sebesar Rp100.000 per bulan untuk siswa SMA dan SMK, serta Rp200.000 per bulan bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB).

Kebijakan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menjaga keberlanjutan pendidikan siswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Pemerintah menargetkan program ini berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar, khususnya pada dimensi pendidikan.

Dengan dukungan tersebut, siswa diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terhambat persoalan biaya.

Sekolah Rakyat, Ruang Belajar untuk Keluarga Prasejahtera

Sebagai bentuk keberpihakan kepada kelompok rentan, Pemerintah Provinsi Kalbar menggagas program Sekolah Rakyat. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan skema pendidikan gratis.

Baca juga:  Alasan Pemerintah Tunda Pengangkatan CPNS dan PPPK TA 2024

Sekolah Rakyat dirancang mencakup tiga jenjang pendidikan: satu lokal kelas SD, satu lokal kelas SMP, serta dua lokal kelas SMA, masing-masing dengan kapasitas 20–25 siswa per kelas. Program ini masih menunggu arahan teknis lanjutan dari Kementerian Sosial, namun konsep dasarnya telah disiapkan sebagai solusi konkret bagi anak-anak yang selama ini berisiko putus sekolah.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah ingin memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Sekolah Garuda Unggul di Mempawah

Upaya menghadirkan pendidikan berkualitas juga diperkuat dengan rencana pembangunan Sekolah Garuda Unggul di Mempawah. Pemerintah Kabupaten Mempawah telah menyerahkan sertifikat lahan seluas 24 hektare kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai lokasi pembangunan.

Sekolah ini diharapkan menjadi pusat pendidikan unggulan yang mampu mencetak generasi berprestasi dan berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kehadiran Sekolah Garuda Unggul diproyeksikan menjadi katalis peningkatan mutu pendidikan Kalbar dalam jangka panjang.

Baca juga:  INFOGRAFIS Imbauan Disdikbud Kalbar Terkait Dampak Asap Karhutla

Makan Bergizi Gratis, Investasi Jangka Panjang SDM

Selain aspek akademik, perhatian terhadap kualitas kesehatan siswa juga menjadi bagian dari strategi pembangunan pendidikan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihadirkan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas.

Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembagian makanan, melainkan upaya sistematis membangun fondasi kesehatan generasi muda. Asupan gizi yang memadai diyakini berpengaruh langsung terhadap konsentrasi belajar, perkembangan fisik, serta kecerdasan siswa.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari akses, pembiayaan, mutu, hingga pemenuhan gizi—satu tahun kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan menunjukkan arah pembangunan pendidikan yang semakin terstruktur dan progresif.

Transformasi yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada capaian jangka pendek, tetapi juga dirancang sebagai pondasi kuat bagi terwujudnya sumber daya manusia Kalbar yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *