5 Khasiat Kurma untuk Kesehatan yang Didukung Riset Ilmiah

BERITAINKALBAR.COM, LIFESTYLE – Saat bulan Ramadan tiba, kurma hampir selalu hadir di meja makan sebagai hidangan pembuka saat berbuka. Buah yang kerap disebut dalam Al-Qur’an ini bukan hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menyimpan beragam kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Sejumlah penelitian yang dirangkum dari berbagai sumber kesehatan internasional, termasuk Healthline, menunjukkan bahwa kurma memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan secara menyeluruh.
1. Menyehatkan Sistem Pencernaan
Kandungan serat yang tinggi dalam kurma berperan penting dalam menjaga fungsi saluran cerna. Asupan serat membantu melancarkan buang air besar dan mencegah sembelit.
Dalam sebuah studi kecil, 21 partisipan yang mengonsumsi tujuh butir kurma setiap hari selama tiga minggu mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan pergerakan usus yang lebih baik dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya.
Tak hanya itu, serat pada kurma juga memperlambat proses penyerapan gula dalam tubuh. Hal ini membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan. Berkat efek tersebut, kurma tergolong memiliki indeks glikemik (IG) rendah, sehingga relatif aman dikonsumsi dalam jumlah wajar.
2. Berpotensi Menurunkan Risiko Penyakit Kronis, Termasuk Kanker
Kurma kaya akan antioksidan, yakni senyawa yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Paparan radikal bebas yang berlebihan diketahui dapat memicu berbagai penyakit kronis.
Dibandingkan buah kering lain seperti ara dan plum kering, kurma disebut memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi. Tiga jenis antioksidan utama dalam kurma antara lain:
-
Flavonoid: Berperan dalam mengurangi peradangan dan telah diteliti potensinya dalam menekan risiko diabetes, Alzheimer, serta beberapa jenis kanker.
-
Karotenoid: Dikenal baik untuk kesehatan jantung dan membantu menurunkan risiko gangguan mata seperti degenerasi makula.
-
Asam fenolik: Memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.
3. Mendukung Fungsi Otak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kurma dapat membantu menjaga kesehatan otak. Salah satu temuan menyebutkan bahwa kurma mampu menurunkan kadar interleukin-6 (IL-6), yaitu penanda inflamasi yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Studi lain, termasuk penelitian pada hewan, memperlihatkan bahwa kurma dapat mengurangi aktivitas protein beta-amiloid yang berpotensi membentuk plak di otak. Penumpukan plak ini dapat mengganggu komunikasi antar sel saraf dan memicu kematian sel otak.
Efek perlindungan ini diyakini berasal dari kandungan antioksidan dalam kurma, terutama flavonoid. Meski demikian, penelitian pada manusia masih diperlukan untuk memastikan manfaat ini secara lebih luas.
4. Membantu Proses Persalinan
Manfaat kurma juga dikaitkan dengan kehamilan, khususnya pada trimester akhir. Beberapa riset menunjukkan bahwa konsumsi kurma menjelang waktu persalinan dapat membantu mempercepat proses pembukaan serviks dan memperlancar kontraksi.
Hal ini diduga karena adanya senyawa dalam kurma yang bekerja menyerupai oksitosin, hormon yang berperan dalam kontraksi saat melahirkan. Kurma juga mengandung tanin yang membantu memperkuat kontraksi alami.
Selain itu, kandungan gula alami dan kalori pada kurma bermanfaat sebagai sumber energi selama persalinan. Sebuah meta-analisis tahun 2011 menemukan bahwa ibu hamil yang rutin mengonsumsi kurma sebelum persalinan cenderung mengalami durasi persalinan lebih singkat, meski peneliti menegaskan perlunya kajian lanjutan.
Penelitian lain pada 2017 terhadap 154 ibu hamil juga menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi kurma lebih jarang membutuhkan induksi persalinan dibandingkan yang tidak mengonsumsinya.
5. Menunjang Kesehatan Tulang dan Gula Darah
Kurma mengandung berbagai mineral penting seperti fosfor, kalsium, dan magnesium. Mineral-mineral ini berperan dalam menjaga kepadatan tulang dan berpotensi membantu mencegah gangguan seperti osteoporosis.
Selain itu, kombinasi serat, antioksidan, serta indeks glikemik yang relatif rendah membuat kurma dinilai dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, termasuk bagi penderita diabetes dengan pengawasan medis.




