Peresmian Masjid Jami’ Di Muara Jekak Jadi Momentum Pererat Silaturahmi Warga

Bupati Ketapang meresmikan Masjid Jami' Shiraatur Rahman di Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai
BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG – Suasana penuh kebersamaan mewarnai peresmian Masjid Jami’ Shiraatur Rahman di Desa Muara Jekak, Kecamatan Sandai, Sabtu (18/04/2026). Kegiatan tersebut menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi di penghujung bulan Syawal 1447 Hijriah.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh masyarakat melalui prosesi adat yang sarat nilai budaya lokal. Salah satu penyambutan yang menarik perhatian adalah penampilan pencak silat yang menggambarkan semangat persatuan dan kekompakan warga Desa Muara Jekak.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat yang hadir. Menurutnya, semangat saling memaafkan di bulan Syawal memiliki makna penting dalam menjaga keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Dalam sambutan, saya menyampaikan mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. Nilai saling memaafkan di bulan Syawal ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.”
Bupati Ketapang juga mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat yang selama ini berperan besar dalam menjaga kerukunan sosial di Desa Muara Jekak. Pada kesempatan tersebut, ia turut didampingi oleh Bang Erfuat selaku anggota DPRD Kabupaten Ketapang dari Daerah Pemilihan 3.
Kehadiran unsur legislatif dalam kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk sinergi bersama antara pemerintah daerah dan DPRD untuk memastikan pembangunan di wilayah pedesaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan penandatanganan prasasti sebagai simbol diresmikannya Masjid Jami’ Shiraatur Rahman. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak serta tali asih kepada warga lanjut usia sebagai bentuk perhatian sosial kepada masyarakat.
Setelah rangkaian seremoni selesai, acara dilanjutkan dengan halalbihalal bersama warga yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ketapang juga menyampaikan penghargaan kepada para pengusaha serta pihak perusahaan yang telah membantu proses pembangunan masjid hingga dapat berdiri megah dan dimanfaatkan masyarakat.
“Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pengusaha dan pihak perusahaan yang telah ikut berkontribusi dalam pembangunan masjid. Dukungan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam pembangunan daerah.”
Ia berharap keberadaan Masjid Jami’ Shiraatur Rahman tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai moral di tengah masyarakat.
“Saya juga berharap Masjid Jami’ Shiraatur Rahman yang megah ini tidak hanya menjadi tempat ibadah semata, tetapi benar-benar menjadi pusat pembinaan umat—tempat menempa akhlak dan adab masyarakat, sekaligus membentuk generasi penerus yang berkarakter, beriman, dan berakhlak mulia.”
Selain kegiatan keagamaan dan sosial, pemerintah daerah juga menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga setempat. Tim medis diturunkan langsung untuk memberikan pengobatan kepada masyarakat agar akses terhadap pelayanan kesehatan dasar dapat dirasakan lebih mudah.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya para Asisten Setda Kabupaten Ketapang, kepala organisasi perangkat daerah, Camat Sandai bersama Forkopimcam, Kepala Desa Muara Jekak, hingga para kepala desa se-Kecamatan Sandai.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat dalam acara tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan peresmian ini bukan hanya menjadi simbol berdirinya sebuah rumah ibadah, tetapi juga menjadi wujud nyata kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun Ketapang yang lebih maju.
Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, pembangunan berkeadilan menuju Ketapang yang maju dan mandiri diharapkan dapat terus terwujud di seluruh wilayah.




