Ngopi Santai Bareng Lasarus, Bupati Ketapang Bahas Infrastruktur Strategis

Bupati Ketapang berbincang santai bersama Lasarus, membahas pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah untuk mendorong kemajuan daerah (Dok. Prokopim Pemkab Ketapang)
BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG – Suasana santai namun penuh makna tercipta saat Bupati Ketapang menggelar pertemuan informal bersama Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi penting terkait arah pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kalimantan Barat.
Momen kebersamaan ini turut dibagikan dalam unggahan akun Facebook pribadi @Alexander Wilyo-AW yang menggambarkan suasana hangat, akrab, dan penuh semangat membangun daerah.
“Ngopi santai bareng Pak Lasarus, Ketua Komisi V DPR RI. Suasananya sederhana, akrab, dan penuh kekeluargaan, namun obrolannya sarat makna tentang masa depan pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Ketapang dan Kalimantan Barat.”
Lasarus, Putra Daerah yang Konsisten di Tingkat Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ketapang juga menyoroti sosok Lasarus sebagai putra daerah Kalimantan Barat yang mampu berkiprah di tingkat nasional tanpa meninggalkan akar budaya.
“Pak Lasarus adalah contoh nyata putra daerah Kalimantan Barat yang mampu menjaga akar sekaligus memberi warna di panggung nasional. Lahir dan tumbuh dari nilai-nilai adat Dayak yang kuat, beliau membawa karakter lugas, konsisten, dan pekerja keras dalam setiap peran yang diembannya.”
Dengan pengalaman empat periode di DPR RI dan dua periode sebagai Ketua Komisi V, Lasarus dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan kepentingan daerah.
Dorong Pembangunan Infrastruktur di Ketapang
Dalam diskusi tersebut, Bupati Ketapang menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
“Dalam obrolan santai itu, saya menyampaikan aspirasi masyarakat Ketapang sekaligus berharap adanya perhatian dan dukungan agar pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dapat memprioritaskan pembangunan infrastruktur.”
Adapun tiga usulan utama yang disampaikan meliputi:
1. Usulan perubahan status ruas jalan menjadi jalan nasional, yakni Pelang–Sungai Kepuluk, Sungai Kepuluk–Batu Tajam, Nanga Tayap (Simpang Betenung)–Tumbang Titi, Sungai Awan Kiri–Tanjungpura, Tanjungpura–Tanah Merah, Sumber Periangan–Tanjung Medan, Sandai–Tanjung Medan, serta Simpang Dua–Perawas sebagai koridor strategis penghubung jalan kabupaten, provinsi, dan nasional guna mendukung konektivitas kawasan industri, pertanian, dan logistik.
2. Usulan penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Ketapang, meliputi ruas Pelang–Sungai Kepuluk, Sungai Kepuluk–Batu Tajam, Sungai Awan Kiri–Tanjungpura, Tanjungpura–Tanah Merah, Sumber Periangan–Tanjung Medan, Sandai–Tanjung Medan, Sandai–Senduruhan, Simpang Dua–Perawas, Sedawak–Sukaraja, Tanjung–Periangan, Penyiuran–Deranuk, Jembatan Kelampai–Sukaraja, Satong–Laman Satong, hingga Balai Berkuak–Meraban sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.
3. Usulan penanganan jalan kabupaten melalui Inpres Jalan Daerah Tahun 2027, yang mencakup ruas prioritas seperti Pelang–Sungai Kepuluk, Sungai Awan Kiri–Tanjungpura, Tanjungpura–Tanah Merah, Sumber Periangan–Tanjung Medan, Sandai–Tanjung Medan, Sandai–Senduruhan, Simpang Dua–Perawas, Tanjung–Periangan, Entinap–Mungguk Meranang, Balai Berkuak–Meraban, Taha–Loko, Sungai Kepuluk–Batu Tajam, Satong–Laman Satong, Penyiuran–Deranuk, Sedawak–Sukaraja, serta Jembatan Kelampai–Sukaraja guna meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dan mendorong pemerataan pembangunan daerah.




