Klarifikasi Dugaan Pelecehan Seksual di FPTI, Hendra Basir Resmi Dinonaktifkan

Dugaan pelecehan di FPTI menyeret nama Hendra Basir. FPTI menonaktifkan pelatih kepala dan membentuk tim pencari fakta. Simak kronologi lengkapnya.

Dugaan pelecehan di FPTI menyeret nama Hendra Basir. FPTI menonaktifkan pelatih kepala dan membentuk tim pencari fakta. Simak kronologi lengkapnya.

BERITAINKALBAR.COM Dunia olahraga Indonesia menghadapi ujian serius. Dalam sepekan terakhir, dugaan pelecehan seksual di lingkungan federasi panjat tebing mencuat dan memicu perhatian luas.

Kasus ini menyeret nama pelatih kepala tim nasional dan mendorong federasi mengambil langkah cepat.

Kasus bermula ketika delapan atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) melapor. Lima atlet putra dan tiga atlet putri mengaku mengalami kekerasan serta pelecehan seksual dari pelatih kepala, Hendra Basir.

Hendra dikenal luas karena mendampingi Veddriq Leonardo meraih emas pada Olimpiade 2024. Reputasinya di level internasional membuat kasus ini mendapat perhatian besar.

FPTI Nonaktifkan Pelatih dan Bentuk TPF

Menanggapi laporan atlet, FPTI langsung menonaktifkan Hendra dari jabatan pelatih kepala. Organisasi juga membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk menyelidiki dugaan tersebut.

Sekretaris Umum FPTI, Wahyu Pristiawan, menjelaskan keputusan itu berlaku sampai TPF menyelesaikan tugasnya.

“Jadi, sesuai surat keputusan organisasi, Hendra Basir diberhentikan sementara sampai dengan ada keputusan dari TPF [tim pencari fakta] yang telah dibentuk,” kata Wahyu, Selasa (24/2).

FPTI mengambil langkah ini untuk menjaga integritas proses investigasi dan melindungi para atlet.

Baca juga:  Profil Bripda Masias Siahaya, Oknum Brimob yang Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Pelajar 14 Tahun di Tual

Klarifikasi Hendra Basir

Sehari setelah penonaktifan, Hendra menyampaikan klarifikasi. Ia menolak tuduhan kekerasan dan pelecehan seksual.

“Pada intinya, kalau dugaan kekerasan dan pelecehan, saya tidak tahu konteksnya seperti apa, karena sampai detik ini belum ada klarifikasi dari federasi,” kata Hendra.

Ia juga menanggapi tuduhan pelecehan seksual yang menurutnya tidak berdasar.

“Yang membuat drop ini kan, tindakan pelecehan seksual. Itu yang saya sampai saat ini tidak habis pikir. Tindakan ini di-framing-nya seakan-akan ada ajakan hal-hal aneh atau mesum. Itu fitnah.”

Hendra mengakui pernah memeluk atlet putri dalam situasi tertentu. Ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk dukungan moral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *