Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau, Ini Daftar Penumpang dan Kronologinya

Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air hilang kontak di Sekadau, Kalbar. Simak kronologi, koordinat lokasi, dan daftar kru serta penumpang.
BERITAINKALBAR.COM, SEKADAU – Sebuah helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).
Helikopter tersebut diketahui mengangkut delapan orang saat insiden terjadi.
Informasi ini dikonfirmasi oleh Ketua Satgas Informasi BPBD Kalimantan Barat, Daniel. Hingga kini, pihak berwenang masih terus memantau perkembangan di lapangan sambil menunggu laporan terbaru dari tim pencarian.
“Kami masih menunggu update dan perkembangannya,” ujar Daniel saat dikonfirmasi awak media pada Kamis siang.
Kronologi Hilang Kontak
Berdasarkan data penerbangan, helikopter PK-CFX lepas landas dari Kabupaten Melawi pada pukul 08.34 WIB dengan tujuan Kabupaten Kubu Raya. Jadwal tiba diperkirakan pada pukul 08.50 WIB.
Namun, helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak hanya lima menit setelah mengudara, tepatnya pada pukul 08.39 WIB. Lokasi terakhir komunikasi diperkirakan berada di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Secara teknis, titik tersebut berada pada koordinat 00°12’00” Lintang Selatan dan 110°44’00” Bujur Timur, atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang.
Daftar Kru dan Penumpang
Helikopter ini diawaki oleh dua orang kru dan membawa enam penumpang. Berikut identitas manifes penerbangan:
Kru:
- Marindra Wibowo (Pilot/PIC)
- Harun Arasyid (EOB)
Penumpang:
- Patrick K
- Victor T
- Charles L
- Joko C
- Fauzie O
- Sugito
Seluruh penumpang hingga saat ini masih dalam status pencarian bersama helikopter yang mereka tumpangi.
Operasi Pencarian
Setelah laporan hilang kontak diterima, tim SAR gabungan langsung bergerak cepat. Pos SAR Sintang mengirimkan tim penyelamat pada pukul 11.00 WIB dengan perlengkapan medis dan evakuasi.
Selain itu, Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak juga menerjunkan tim tambahan, termasuk tim komunikasi untuk mendukung operasi di lapangan.
Untuk mengatasi kendala jaringan di lokasi yang terpencil, tim dilengkapi dengan perangkat navigasi modern seperti direction finder dan teknologi komunikasi berbasis satelit.




