7 Manfaat Memelihara Kucing Menurut Kajian Ilmiah, Baik untuk Kesehatan dan Mental
Padupu 17 Mei 2026
Anak Kucing (Dok. Beritain Kalbar)
Interaksi sederhana seperti mengelus bulu, bermain, hingga mendengarkan suara dengkuran kucing disebut mampu membantu tubuh menjadi lebih rileks, mengurangi stres, bahkan meningkatkan suasana hati. Manfaat tersebut disebut dapat dirasakan oleh orang dewasa maupun anak-anak.
Tak heran, sejumlah peneliti mulai mengaitkan kepemilikan hewan peliharaan dengan kualitas hidup yang lebih baik. Memelihara kucing kini dinilai tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga bisa memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
1. Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Sebuah penelitian di Australia yang melibatkan 5.741 responden menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan, meski memiliki kondisi sosial ekonomi dan indeks massa tubuh yang serupa.
2. Mengurangi Tingkat Stres
Aktivitas seperti memeluk atau membelai kucing dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang membantu meningkatkan suasana hati sekaligus mengurangi rasa sakit.
Selain itu, aktivitas merawat dan bermain dengan kucing juga dapat membantu tubuh lebih aktif bergerak sehingga membantu menurunkan gejala fisik akibat stres.
3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian Universitas Minnesota di Amerika Serikat menemukan bahwa orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung sekitar 30 hingga 40 persen lebih tinggi dibanding pemilik kucing.
Penelitian tersebut dilakukan selama 10 tahun dengan melibatkan 4.435 partisipan.
4. Membantu Anak dengan Autisme
Riset dari University of Missouri menunjukkan adanya peningkatan interaksi sosial pada anak penderita autisme yang hidup berdampingan dengan hewan peliharaan.
Dalam penelitian itu, hampir separuh keluarga yang diteliti memelihara kucing. Para orang tua melaporkan adanya hubungan emosional yang kuat antara anak-anak mereka dengan hewan peliharaan tersebut.
5. Membantu Meredakan Nyeri Tulang dan Otot
Kucing dikenal memiliki suara dengkuran atau purring yang dipercaya memiliki efek terapeutik bagi manusia.
Frekuensi dengkuran kucing berada di kisaran 20 hingga 140 Hz, yang disebut dapat membantu proses penyembuhan nyeri tulang, sendi, dan otot.
6. Baik untuk Kesehatan Mental
Berinteraksi dengan kucing juga dapat memicu pelepasan hormon oksitosin, yang sering disebut sebagai hormon cinta dan kedekatan sosial.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kadar oksitosin dalam tubuh meningkat ketika seseorang bermain atau berinteraksi dengan kucing. Kondisi ini dapat membantu meningkatkan rasa nyaman, relaksasi, dan kebahagiaan.
Penelitian Allen et al. (2020) juga menemukan bahwa terapi bermain dengan kucing mampu menurunkan kadar hormon stres kortisol secara signifikan.
Partisipan dalam penelitian tersebut dilaporkan mengalami penurunan tingkat kecemasan dan merasa lebih tenang setelah berinteraksi dengan kucing.
7. Membantu Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
kucing sejak dini juga disebut dapat membantu melindungi anak-anak dari sejumlah gangguan kesehatan seperti alergi, infeksi, hingga masalah pernapasan.
Penelitian terhadap anak-anak yang sering berinteraksi dengan anjing dan kucing menunjukkan mereka memiliki sistem imun yang lebih baik, khususnya dalam menghadapi gangguan pernapasan.
Berbagai hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran kucing di rumah tidak hanya memberi kenyamanan emosional, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat kesehatan bagi pemiliknya dalam jangka panjang.




