Pasar Global Anjlok, Kejatuhan Logam Mulia Picu Aksi Jual Besar

Ilustrasi Logam Mulia (Dok. Beritain Kalbar)
BERITAINKALBAR.COM, INTERNASIONAL – Pasar global mengalami tekanan tajam pada awal Februari 2026 setelah anjloknya harga logam mulia menjadi pemicu utama aksi jual luas di pasar saham dan komoditas. Reuters melaporkan pelemahan yang terjadi di bursa logam seperti emas dan perak menyebar ke pasar keuangan di berbagai belahan dunia pada hari Senin (2/2/2026).
Menurut laporan Reuters, penurunan drastis harga logam mulia tersebut ikut mendorong investor mengambil langkah defensif, sehingga pasar ekuitas turut terpukul dan menimbulkan gejolak di pasar regional. Harga perak bahkan sempat anjlok lebih dari dua digit persentase, sementara harga emas juga turun signifikan dalam sesi perdagangan awal minggu.
Harga perak tercatat jatuh sekitar 14,2% ke posisi US$ 72,63 per ons. Sementara itu emas merosot sekitar 7,5% menjadi US$ 4.499,34 per ons. Kejatuhan ini kemudian menular cepat ke pasar ekuitas global.
Bursa saham Asia menjadi salah satu yang paling terdampak. Indeks KOSPI Korea Selatan turun sekitar 5,6%, sedangkan pasar saham Indonesia terkoreksi kurang lebih 5,7%. Secara regional, indeks Asia melemah sekitar 2,8%. Tekanan juga terlihat pada kontrak berjangka Amerika Serikat, dengan S&P 500 turun sekitar 1,2% dan Nasdaq melemah 1,6%.
Para analis pasar mengaitkan tekanan ini dengan beberapa faktor fundamental dan teknis. Di antaranya adalah posisi pasar yang terlalu terleverage, margin call otomatis yang memaksa likuidasi aset, serta berkurangnya permintaan fisik logam yang selama beberapa waktu sebelumnya meningkat.
Kondisi ini menciptakan spiral penjualan yang memicu volatilitas pasar lebih luas. Meskipun beberapa pengamat melihat penurunan ini sebagai koreksi pasar yang wajar setelah reli panjang logam mulia, ketidakpastian mengenai kebijakan moneter bank sentral, khususnya keputusan suku bunga dan kekuatan dolar AS tetap menjadi faktor risiko yang membayangi prospek pasar ke depan.




