Bertugas di IGD hingga Larut Malam, Dokter ASN di RSUD Sekadau Keluhkan Hak Tak Kunjung Dibayarkan

Keluhan Dokter IGD di RSUD Sekadau. (Ilustrasi: Dok. Beritain Kalbar)

BERITAINKALBAR.COM, SEKADAU – Di balik hiruk-pikuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang tak pernah sepi, seorang dokter ASN di RSUD Sekadau memilih bersuara melalui media sosial. Dokter yang telah mengabdi sejak 2022 itu membagikan pengalaman kerjanya sebagai tenaga kesehatan di daerah, yang dinilainya penuh pengorbanan namun belum diimbangi dengan pemenuhan hak yang layak.

Dalam pesan yang dikirimkan ke sebuah akun media sosial, dokter tersebut menggambarkan kondisi kerja di IGD yang menuntut kesiapsiagaan tanpa henti. Jumlah pasien yang terus meningkat, jam jaga malam yang panjang, serta tekanan kerja tinggi menjadi keseharian yang harus dijalani. Namun di sisi lain, ia menyebut hak-hak tenaga kesehatan justru mengalami pemangkasan dan keterlambatan pembayaran.

Baca juga:  16 Pantun HUT Kota Pontianak 2024 untuk Sambutan dan Caption Instagram

Keluhan utama yang disampaikan adalah terkait insentif daerah atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Menurutnya, besaran TPP yang tercantum dalam peraturan seharusnya diterima penuh, namun dalam praktiknya terus berkurang bahkan tidak dibayarkan.

“Sejak Agustus 2025 tidak pernah dibayarkan dan terancam dihanguskan dengan alasan efisiensi, sementara jumlah shift dan pasien makin ramai di IGD,” tulisnya via Instagram Direct Messenger ke salah satu akun media, dikutip Beritain Kalbar, Rabu (21/1/2026).

Baca juga:  Nongol di HUT RI 2024, Ini 5 Jenis Pakaian Adat Melayu Pontianak & Kegunaannya!

Tak hanya itu, jasa pelayanan medis juga disebut belum dibayarkan selama berbulan-bulan tanpa penjelasan yang jelas. Kondisi ini membuat tenaga kesehatan merasa bekerja dalam ketidakpastian, meski tetap dituntut memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Curahan hati tersebut pun menuai simpati warganet, yang menilai masih banyak tenaga kesehatan di pelosok negeri menghadapi situasi serupa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak RSUD Sekadau maupun Pemerintah Kabupaten Sekadau terkait keluhan yang disampaikan oleh dokter tersebut.

Baca juga:  Gubernur Ria Norsan Serukan Pentingnya Syukur di Momentum Idulfitri

Hingga berita ini dimuat belum ada konfirmasi resmi dari pihak RSUD Sekadau. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *