Viral Video “Kau Duakkan Wawa Ngape”, Diduga Terjadi Aksi Pengeroyokan Remaja di Hotel Kota Pontianak

Pengeroyokan di Hotel Pontianak

Kasus pengeroyokan remaja di hotel Pontianak, tangkapan layar Instagram @beritainkalbar.

BERITAINKALBAR.COM, PONTIANAK – Sebuah video dengan suara latar bertuliskan “Kau Duakkan Wawa Ngape” viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram Instagram @pontianakterek. Video tersebut diduga memperlihatkan aksi kekerasan yang terjadi di salah satu hotel di Pontianak pada Rabu (25/3/2026) dini hari.

Melansir unggahan tersebut, informasi awal diperoleh dari masyarakat yang menyaksikan langsung maupun menerima rekaman kejadian. Dalam video yang beredar, tampak beberapa orang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang pria di dalam kamar hotel.

Baca juga:  Armada Lengkap, Nitro Rentcar Sediakan Layanan Rental Mobil Pontianak Lepas Kunci 24 Jam

Berdasarkan keterangan yang beredar, insiden ini diduga dipicu oleh persoalan hubungan asmara. Para pelaku disebut tidak terima karena rekan wanitanya, yang disebut bernama Wawa, diduga diselingkuhi oleh korban dalam video tersebut. Hal inilah yang kemudian memicu emosi hingga berujung pada aksi kekerasan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi pasti kejadian, identitas para pihak, maupun tindak lanjut hukum atas insiden tersebut. Informasi yang beredar masih bersifat dugaan dan berkembang di media sosial.

Baca juga:  Momen Tatung Cantik Festival Cap Go Meh Singkawang 2026 Kerasukan Roh Dewi

Pihak pengelola akun @pontianakterek dalam unggahannya menyampaikan bahwa informasi tersebut dibagikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan di Kota Pontianak. Mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan rasa aman di tengah masyarakat.

https://www.instagram.com/p/DWTTDrIDyGI/

Dalam unggahan itu turut disampaikan bahwa rasa aman merupakan hak setiap warga negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28G. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang damai, nyaman, dan tertib.

Baca juga:  Pemuda Dayak Kalbar: Transmigrasi Diprioritaskan, Suara Masyarakat Pedalaman Terabaikan

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui ketaatan terhadap hukum, meningkatkan kewaspadaan lingkungan seperti ronda malam, serta membangun sikap toleransi di tengah masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menyelesaikan persoalan secara bijak tanpa kekerasan, serta menyerahkan setiap permasalahan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *