Perayaan Imlek di Pontianak: Wisata Budaya yang Selalu Dinanti

Ilustrasi Perayaan Imlek (Dok. Beritain Kalbar)

BERITAINKALBAR.COM, LIFESTYLE – Perayaan Tahun Baru Imlek di Pontianak, Kalimantan Barat, tidak sekadar menjadi momen ibadah bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga berkembang sebagai daya tarik wisata budaya yang unik. Setiap tahunnya, suasana kota berubah menjadi lebih semarak dengan hiasan lampion, aroma dupa, hingga berbagai ritual tradisi yang sarat makna.

Salah satu pusat perayaan Imlek di Pontianak adalah Kelenteng Kwan Tie Bioyang terletak di Jalan Diponegoro. Kelenteng ini dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua dan paling bersejarah di Pontianak. Menjelang dan saat Imlek, kelenteng ini selalu dipadati umat yang datang untuk berdoa, menyalakan hio, serta memohon keberkahan di tahun yang baru. Bahkan, pada malam pergantian tahun, kelenteng dibuka selama 24 jam untuk melayani umat yang beribadah .

Baca juga:  Tips Hadapi Kabut Asap di Kalbar, Nomor 6 Penting untuk Pantau AQI

Tidak hanya menjadi pusat ibadah, Kelenteng Kwan Tie Bio juga berperan penting dalam rangkaian tradisi budaya yang menarik perhatian wisatawan. Salah satunya adalah ritual “naga buka mata”, sebuah prosesi sakral yang dilakukan sebelum perayaan Cap Go Meh. Ritual ini dipercaya sebagai simbol menghidupkan naga agar dapat membawa keberuntungan dan keselamatan. Prosesi tersebut rutin dilaksanakan di Kelenteng Kwan Tie Bio dan menjadi daya tarik budaya yang selalu dinantikan masyarakat maupun wisatawan .

Baca juga:  Imlek 2026: Momentum Awal Baru di Tahun Kuda Api

Perayaan Imlek di Pontianak juga identik dengan persiapan panjang yang melibatkan masyarakat setempat. Sejak beberapa hari sebelum Imlek, berbagai kelenteng mulai melakukan persiapan altar, perlengkapan ibadah, serta dekorasi khas bernuansa merah dan emas. Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dan pelestarian budaya Tionghoa yang telah mengakar lama di Pontianak .

Bagi wisatawan, Imlek di Pontianak menawarkan pengalaman yang berbeda. Selain menyaksikan ritual keagamaan dan budaya, pengunjung juga dapat menikmati kuliner khas Imlek, berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, serta merasakan atmosfer toleransi yang harmonis. Perayaan ini menjadi bukti bahwa Imlek di Pontianak bukan hanya milik satu komunitas, melainkan telah menjadi bagian dari identitas budaya kota.

Baca juga:  Warga Pontianak jadi Korban Begal, Modus Tabrak Minta Ganti Rugi di Jalan Imam Bonjol

Dengan kekayaan tradisi dan keterbukaan masyarakatnya, Imlek di Pontianak terus berkembang sebagai wisata budaya tahunan yang memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu destinasi perayaan Imlek paling menarik di Indonesia.

(pdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *