Pasokan Minyak Global Terganggu, Bahlil Lahadalia Ungkap Strategi Efisiensi Energi Nasional

Program B50 dan E20

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Dok. Wartabanjar.com)

BERITAINKALBAR.COM, NASIONAL – Upaya menjaga ketahanan energi nasional tengah menjadi fokus pemerintah di tengah dinamika pasokan energi global. Pemerintah saat ini melakukan kajian terhadap berbagai langkah efisiensi guna memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas keuangan negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa strategi efisiensi menjadi salah satu pendekatan penting yang sedang dipertimbangkan pemerintah.

“Efisiensi itu adalah penyelamatan terhadap keuangan negara dan juga optimalisasi terhadap seluruh energi yang kita punya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Senin (9/3/2026), seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Baca juga:  Gerakan Pangan Murah, Upaya Pemprov Kalbar Kendalikan Inflasi Natal dan Tahun Baru

Salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan pemerintah adalah memaksimalkan pemanfaatan sumber daya energi domestik. Caranya dilakukan dengan mencampurkan bahan bakar minyak (BBM) dengan bahan bakar nabati (BBN), seperti bioetanol dan biodiesel.

Kebijakan pencampuran tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus meningkatkan penggunaan energi terbarukan yang tersedia di dalam negeri.

Percepatan Program B50 dan E20

Dalam kajian tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan percepatan implementasi campuran biodiesel hingga 50 persen atau program B50. Selain itu, penggunaan campuran bioetanol sebesar 20 persen atau E20 juga akan didorong untuk segera diterapkan.

Baca juga:  Teladan Kesederhanaan Paus Fransiskus dalam Kunjungannya ke Indonesia 2024

“Efisiensi tidak hanya itu, mungkin kita akan mendorong untuk mempercepat B50 sebagai salah satu alternatif. Kemudian kita akan mempercepat penerapan E20,” kata Bahlil.

Langkah tersebut diyakini dapat membantu menekan biaya energi, terutama ketika harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan.

Menurut perhitungan pemerintah, strategi pencampuran bahan bakar tersebut akan menjadi lebih ekonomis jika harga minyak mentah dunia melampaui angka US$100 per barel.

Dalam kondisi harga energi global yang tinggi, pemanfaatan energi alternatif dari dalam negeri dapat memberikan keuntungan dari sisi biaya sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Kemendikdasmen Beri Beasiswa Guru Tanpa Gelar S1

Pemerintah Cari Opsi Efisiensi Lain

Selain kebijakan blending BBM dan BBN, pemerintah juga tengah mengkaji sejumlah langkah efisiensi lain yang dapat diterapkan untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah terus mencari berbagai alternatif terbaik untuk memastikan kebutuhan energi nasional tetap terjaga di tengah tantangan global yang berkembang.

“Sudah barang tentu dengan kondisi yang ada, pemerintah berpikir untuk mencari alternatif-alternatif terbaik dalam rangka menjaga pasokan energi nasional,” pungkasnya.

(pdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *