Balas Serangan AS-Israel, Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi Dibombardir Iran

Kilang minyak terbesar di Arab Saudi, Ras Tanura milik Saudi Aramco hancur diserang drone Iran. (Dok. Beritain Kalbar/Tangkapan Layar X @TheDailyCPEC)
BERITAINKALBAR.COM, INTERNASIONAL – Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah akun X @TheDailyCPEC mengabarkan terjadinya serangan terhadap fasilitas energi utama Arab Saudi. Unggahan tersebut memberitakan Iran membombardir kilang minyak terbesar Arab Saudi di Ras Tanura sebagai bagian dari serangan balasan terhadap serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Dalam unggahannya, akun yang menyebut diri sebagai “#1 source of news on CPEC, BRI, Pakistan-China insights & Regional developments” itu menulis bahwa serangan telah mengirimkan gelombang kejut ke seluruh kawasan.
Unggahan tersebut menyebut Iran menghantam kilang minyak raksasa Ras Tanura milik Arab Saudi, memicu guncangan besar di kawasan Timur Tengah.
Kilang Ras Tanura merupakan fasilitas milik perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco. Berdasarkan laporan Reuters pada Senin (2/3/2026), fasilitas tersebut terkena serangan drone Iran dan terpaksa ditutup sementara sebagai langkah pencegahan.
Ras Tanura dikenal sebagai salah satu kilang minyak terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas pemrosesan mencapai 550.000 barel minyak mentah per hari. Kilang yang terletak di kawasan Teluk Persia itu ditutup pada Senin pagi menyusul insiden serangan tersebut.
“Situasi terkendali,” kata seorang sumber kepada Reuters.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan. Kawasan Teluk dilaporkan terseret ke dalam perang terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Selain menyerang fasilitas energi, drone dan rudal Iran juga dilaporkan menyasar sejumlah negara Arab di wilayah tersebut.
Di sisi lain, beredar pula laporan bahwa Iran menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik. Namun klaim tersebut dibantah oleh pihak Amerika Serikat.
Dampak langsung dari serangan itu terasa di pasar energi global. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga USD80 per barel setelah kabar serangan drone terhadap kilang Ras Tanura mencuat.
Perkembangan situasi di kawasan Teluk masih terus dipantau, mengingat fasilitas energi di wilayah tersebut merupakan salah satu penopang utama pasokan minyak dunia. (da)




