DPC GMNI Melawi Dorong Rekonsiliasi dan Konsolidasi DPD GMNI Kalbar, Lewat Semangat Trisakti Bung Karno

DPC GMNI Melawi mendorong rekonsiliasi dan konsolidasi DPD GMNI Kalbar demi memperkuat persatuan kader dalam semangat perjuangan Bung Karno.

DPC GMNI Melawi mendorong rekonsiliasi dan konsolidasi DPD GMNI Kalbar demi memperkuat persatuan kader dalam semangat perjuangan Bung Karno.

BERITAINKALBAR.COM, MELAWI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kabupaten Melawi menyatakan dukungan penuh terhadap upaya rekonsiliasi dan konsolidasi di tubuh DPD GMNI Kalimantan Barat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat persatuan kader dalam menjalankan arah perjuangan organisasi sesuai ajaran Bung Karno.

Ketua DPC GMNI Melawi, Mulyadi, menegaskan bahwa nilai persatuan merupakan fondasi utama dalam gerakan perjuangan. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia, yang mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia menjelaskan bahwa persatuan dan kesatuan menjadi nilai strategis dalam menyelaraskan langkah perjuangan kader GMNI di tengah berbagai tantangan zaman. Semangat itu, kata dia, juga merupakan amanah besar Bung Karno yang hingga kini tetap menjadi doktrin dasar dan watak perjuangan organisasi.

Baca juga:  GMNI Kalbar Gelar Aksi di DPRD, Suarakan Kritik untuk Bangsa dan Daerah

“Persatuan dan kesatuan menjadi salah satu nilai strategis dalam upaya bersama menyelaraskan langkah perjuangan sebagaimana amanah besar Bung Karno,” ujar Mulyadi dalam keterangannya.

Menurutnya, Bung Karno sejak awal telah menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan utuh dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, persatuan dianggap sebagai syarat utama untuk membangun kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai bentuk tantangan, termasuk pengaruh imperialisme.

Mulyadi juga mengingatkan pentingnya kader GMNI menjaga kesetiaan terhadap rakyat kecil atau kaum Marhaen sebagaimana pesan Bung Karno dalam berbagai pidatonya.

Ia mengutip sejumlah gagasan Bung Karno yang selama ini menjadi pegangan perjuangan kader GMNI, seperti ajakan untuk terus menyalakan obor kesetiaan kepada kaum Marhaen dan menghapus sikap eksklusif dalam gerakan mahasiswa.

Selain itu, konsep “pejuang pemikir dan pemikir pejuang” juga dinilai tetap relevan bagi kader GMNI saat ini. Menurutnya, kader tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga keberanian untuk terjun langsung membela kepentingan rakyat.

“GMNI sebagai kader perjuangan tidak boleh terasing dari penderitaan rakyat. Perbedaan yang ada harus dikelola menjadi kekuatan besar dalam gerakan perjuangan,” katanya.

Baca juga:  Demo di Kantor Bupati, Warga Beloyang Melawi Tuntut Kades Tak Bertanggung Jawab Mundur

DPC GMNI Melawi juga menyambut positif rekonsiliasi yang telah berlangsung di tingkat nasional. Mereka berharap proses tersebut dapat menjadi momentum baru untuk memperkuat soliditas organisasi di daerah, termasuk di Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *