Soroti IPM Kalbar, Ria Norsan Akui Tantangan Pendidikan Masih Besar

BERITAINKALBAR.COM, PONTIANAK – Persoalan indeks pembangunan manusia (IPM) menjadi salah satu perhatian utama dalam aksi mahasiswa di Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, secara terbuka mengakui masih adanya tantangan besar di sektor pendidikan.
Ia menyebut, masih terdapat sekitar 25 persen masyarakat yang belum mengenyam pendidikan formal, kondisi yang menurutnya menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.
“Bukan hanya adik mahasiswa yang risih dengan IPM, saya paling risih,” ungkapnya di hadapan massa aksi.
Sebagai langkah konkret, pemerintah provinsi mendorong penguatan pendidikan vokasi dengan melibatkan dunia usaha. Program ini memungkinkan masyarakat, khususnya pekerja, untuk tetap mendapatkan akses pendidikan melalui jalur kesetaraan.
Ria Norsan juga menyampaikan adanya peningkatan IPM Kalimantan Barat, dari 71,19 persen pada 2024 menjadi 72,09 pada 2026.
Meski menunjukkan tren positif, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi prioritas utama ke depan, sejalan dengan harapan mahasiswa agar pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas manusia.




