29 Rumah dan Pondok Dibakar, Pemuda Katolik Komcab Ketapang Kecam Teror di Air Upas

Ketua Pemuda Katolik Komcab Ketapang Periode 2025-2028, Erasmus Canaga Antutn, S.Sos. (Dok. Pemuda Katolik Komcab Ketapang)
BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG — Maraknya aksi teror di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sejak Juli 2025 hingga 23 Maret 2026, tercatat sedikitnya 29 rumah dan pondok warga telah dibakar oleh pihak tak bertanggung jawab, memicu keresahan luas di tengah masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Pemuda Katolik Komcab Ketapang, Erasmus Canaga Antutn, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi keamanan yang kian memburuk di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi pembakaran yang terus berulang bukan hanya persoalan kriminal biasa, melainkan bentuk teror yang mengancam stabilitas sosial masyarakat.
“Sejak bulan Juli 2025 sampai tanggal 23 Maret 2026 sudah 29 rumah dan pondok dibakar. Ini bukan angka kecil, ini ancaman nyata bagi rasa aman masyarakat,” tegas Erasmus dalam pernyataan sikapnya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, fenomena ini menunjukkan adanya persoalan serius yang harus segera ditangani secara komprehensif. Tidak hanya merugikan secara materi, aksi tersebut juga menimbulkan trauma dan ketakutan yang berkepanjangan bagi warga.
Pemuda Katolik Komcab Ketapang secara tegas mengutuk keras segala bentuk teror dan intimidasi yang terjadi di Kecamatan Air Upas. Organisasi ini juga mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, cepat, dan transparan dalam mengungkap pelaku serta menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya,” lanjut Erasmus.
Selain itu, Pemuda Katolik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga persatuan di tengah situasi yang memanas. Kolaborasi antara masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Kami mengajak semua pihak untuk bersatu menjaga keamanan lingkungan. Jangan sampai rasa takut memecah belah kita,” ujarnya.
Erasmus menambahkan bahwa peran pemerintah daerah juga sangat diperlukan, khususnya dalam meningkatkan pengawasan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak.
Dengan meningkatnya kasus pembakaran ini, masyarakat Air Upas berharap adanya langkah cepat dan nyata dari aparat dan pemerintah agar situasi segera kondusif. Pemuda Katolik Komcab Ketapang menegaskan akan terus mengawal isu ini sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
Eras percaya, dengan kerja sama semua pihak, Air Upas bisa kembali aman dan terbebas dari teror.
“Pernyataan ini Kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap masyarakat,” tutupnya.




