Kompak Kabur dari Truk Penjual Daging, 7 Anjing Ini Tempuh 17 KM Demi Pulang Bersama ke Rumah

Anjing Jalan 17 KM

Tangkapan layar Instagram @beritainkalbar.

BERITAINKALBAR.COM, VIRAL – Kisah mengharukan tentang sekelompok anjing di Provinsi Jilin, China, menjadi viral dan mengundang simpati publik. Peristiwa ini memperlihatkan kecerdasan serta solidaritas luar biasa antar hewan yang jarang terlihat, tujuh anjing ini kompak kabur dari truk penjual daging dan menempuh jarak 17 KM bersama-sama, demi pulang ke rumahnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada 16 Maret 2026 di wilayah Changchun. Seorang warga bermarga Lu merekam momen ketika tujuh ekor anjing terlihat berjalan bersama di sepanjang jalan tol yang padat. Diketahui, mereka sebelumnya berhasil melarikan diri dari sebuah truk yang diduga membawa mereka untuk diperjualbelikan ke pasar daging anjing.

Baca juga:  Polisi Tangkap Oknum Guru SMP di Pontianak yang Setubuhi Murid di Hotel hingga Hamil

Tanpa pendamping manusia, ketujuh anjing tersebut menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 17 kilometer selama dua hari. Mereka akhirnya berhasil kembali ke lingkungan tempat tinggal masing-masing dalam kondisi selamat.

Menariknya, setiap anjing dalam kelompok itu tampak memiliki peran berbeda yang saling melengkapi selama perjalanan. Seekor Corgi terlihat berada di barisan depan, seolah memimpin arah perjalanan. Dengan naluri penggembala yang kuat, anjing kecil ini kerap menoleh ke belakang untuk memastikan seluruh anggota kelompok tetap bersama.

Sementara itu, anjing jenis Golden Retriever dan Labrador Retriever berjalan di sisi luar, berdekatan dengan arus lalu lintas. Postur tubuh mereka yang besar dimanfaatkan sebagai pelindung, seolah menjadi “tameng” bagi anggota lain dari potensi bahaya kendaraan.

Di tengah barisan, seekor German Shepherd tetap bertahan meski dalam kondisi terluka. Kehadirannya dijaga oleh anjing lain, menunjukkan adanya ikatan kuat serta peran penting dalam kelompok.

Selain itu, seekor Pekingese yang bertubuh kecil terlihat tetap tenang mengikuti ritme perjalanan.

Keberadaannya menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi kontribusi dalam kebersamaan.
Saksi mata, Lu, mengatakan kepada Dahe Daily “Mereka bergerak serempak seperti sekelompok adik kecil yang sedang dalam kesulitan sama sekali tidak seperti anjing liar.”

Peristiwa soliditas ini menjadi pelajaran berharga tentang arti kebersamaan dan saling melindungi. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *