Update Keracunan MBG di Marau Ketapang: 370 Korban Siswa-Guru, Masih Dirawat

Ratusan siswa dan guru mendapat penanganan medis di Puskesmas Marau setelah diduga mengalami keracunan dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Istimewa/detikKalimantan.
BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG –Peristiwa dugaan keracunan makanan kembali mengguncang Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ratusan warga, mayoritas pelajar, harus mendapatkan penanganan medis setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Marau.
Dikutip dari detikKalimantan, jumlah korban terus bertambah dalam beberapa hari terakhir. Dari awalnya ratusan orang, data terbaru menunjukkan total pasien mencapai 370 orang. Enam di antaranya merupakan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, dr Feria Kowira, menjelaskan sebagian besar pasien sudah diperbolehkan pulang. Namun, masih ada puluhan orang yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
“Dilaporkan dari Puskesmas Marau, (6/2) pukul 15.00 WIB, informasi perkembangan penanganan terduga keracunan makanan (MBG), jumlah pasien yang ditangani sudah mencapai 370 orang,” kata dr Feria kepada detikKalimantan.
Ia menyebut sekitar 50 pasien masih dirawat di Puskesmas Marau dan RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Sementara yang lain sudah kembali ke rumah dengan kondisi membaik dan tetap dibekali obat.
“Selebihnya sudah diperbolehkan pulang dengan kondisi yang baik. Mereka kami bekali obat-obatan,” lanjutnya.
Dari keseluruhan korban, pelajar menjadi kelompok terbanyak. Rinciannya meliputi 144 siswa SMP, 101 siswa SMK, 73 siswa SMA, sembilan siswa SD, serta tujuh guru. Selain itu terdapat enam petugas SPPG yang ikut terdampak.
“Benar, ada enam petugas SPPG. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis oleh tim kesehatan di Puskesmas Marau,” ujarnya.
Sebagai langkah penanganan, operasional dapur MBG di wilayah tersebut dihentikan sementara. Area dapur juga menjalani pembersihan menyeluruh sembari menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan, terutama menu perkedel tahu.
Kepala Program MBG Region Kalbar, Agus Kurniawi, menegaskan penghentian ini dilakukan demi memastikan keamanan sebelum layanan kembali berjalan.
“SPPG Ketapang Marau Riam Batu Gading operasional sudah off atau diberhentikan sementara, hingga hasil uji laboratorium sampel keluar. Dapur SPPG atau MBG di Marau saat ini menjalani pembersihan total untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi sebelum kembali beroperasi,” kata Agus kepada detikKalimantan, Jumat (6/2/2026).
SPPG tersebut diketahui menyalurkan makanan kepada 15 kelompok penerima manfaat dengan total 1.859 orang. Layanan yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari sejak September 2025 itu kini tengah dievaluasi menyusul kejadian ini.
Pihak berwenang berharap hasil pemeriksaan laboratorium segera keluar agar penyebab pasti insiden dapat diketahui, sekaligus menjadi dasar perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.




