PUPR Kalbar Perkuat Infrastruktur Jalan, Jembatan dan Konektivitas Ekonomi Dukung Visi Gubernur Ria Norsan

Momen saat Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Bupati Kapuas Hulu meninjau pembangunan jembatan Kecapah di Kecamatan Semitau Kapuas Hulu, Senin (15/9/2025). (Dok. Adpim Pemprov Kalbar)
BERITAINKALBAR.COM, PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur dasar sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut selaras dengan arah kebijakan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas strategis peningkatan layanan publik dan konektivitas wilayah.
Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, memaparkan bahwa agenda pembangunan tahun berjalan hingga beberapa tahun ke depan difokuskan pada penguatan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
Dalam rencana pembangunan lima tahun mendatang, peningkatan kualitas jalan dan jembatan tetap menjadi prioritas utama. PUPR Kalbar menargetkan capaian jalan mantap hingga 80 persen sebagai indikator keberhasilan pembangunan infrastruktur daerah.
Menurut Iskandar, target tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubernur dalam menghadirkan infrastruktur yang merata, berkualitas, dan mampu menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Barat.
“Pembangunan ke depan tetap konsisten pada infrastruktur jalan sesuai visi dan misi Gubernur Kalimantan Barat, dengan target jalan mantap mencapai 80 persen,” ujarnya.
Upaya ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas fisik jalan, tetapi juga memastikan konektivitas antarwilayah semakin kuat dan berkelanjutan.
Fokus Konektivitas ke Kantong Ekonomi
Selain pembangunan jalan dan jembatan, PUPR Kalbar juga menjalankan program pendukung seperti peningkatan sistem drainase, pengendalian banjir, penguatan layanan air bersih, serta rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi.
Namun demikian, penekanan utama tetap diberikan pada pembangunan ruas jalan yang terhubung langsung dengan kantong-kantong ekonomi. Daerah yang memiliki potensi sumber daya alam tinggi tetapi kemampuan fiskalnya terbatas menjadi perhatian khusus dalam perencanaan infrastruktur.
“Kami menekankan pada infrastruktur jalan yang terkoneksi ke kantong-kantong ekonomi agar layanan jalannya meningkat menjadi jalan mantap,” jelasnya.
Dengan strategi tersebut, distribusi hasil produksi masyarakat diharapkan menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan.
Penguatan infrastruktur dasar diyakini akan membawa dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Jalan yang lebih baik akan memperlancar mobilitas warga, mempersingkat waktu tempuh, serta meningkatkan kenyamanan aktivitas ekonomi dan sosial.
Iskandar menegaskan bahwa infrastruktur yang memadai akan mempercepat distribusi sumber daya alam dan hasil produksi lokal, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih merata.
“Kalau jalannya lancar, distribusi sumber daya alam juga lancar, dan dengan sendirinya ekonomi masyarakat akan meningkat,” tambahnya.
Pemerataan pembangunan antarwilayah menjadi salah satu tujuan utama, sehingga kesenjangan infrastruktur dapat ditekan secara bertahap.
Pembangunan Sesuai Regulasi dan Berkelanjutan
PUPR Kalbar memastikan seluruh program dilaksanakan sesuai perencanaan teknis dan regulasi yang berlaku. Mekanisme pengadaan dilakukan melalui sistem nasional yang transparan, disertai pengawasan berlapis guna menjamin kualitas pekerjaan dan akuntabilitas anggaran.
Dengan pendekatan yang terencana dan berkelanjutan, PUPR Kalbar optimistis target peningkatan layanan infrastruktur dapat tercapai secara bertahap.
Selaras dengan kebijakan Gubernur Ria Norsan, penguatan infrastruktur ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi Kalimantan Barat yang semakin terkoneksi, produktif, dan berdaya saing dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.




