Dunia Sedang Berbahaya, Prabowo Ingatkan Ancaman Krisis Global

Krisis Global

Presiden Indonesia Prabowo Subianto saat menghadiri rapat pleno KTT BRICS 2025 di Brasil. (Dok. BPMI)

BERITAINKALBAR.COM, NASIONAL – Presiden Prabowo Subianto menyoroti situasi global yang dinilai semakin tidak menentu akibat konflik antara negara-negara berkekuatan besar. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memberikan dampak luas terhadap stabilitas dunia, termasuk bagi banyak negara yang dapat terseret dalam kesulitan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan ratusan jembatan di berbagai wilayah Indonesia secara virtual.

“Saudara-saudara sekalian, kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak kekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain ke dalam keadaan yang susah,” kata Prabowo saat peresmian 218 jembatan bailey, armco, dan perintis di seluruh Indonesia, Senin (9/3/2026), seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Di tengah ketidakpastian global tersebut, Prabowo menilai Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan. Ia mengaku telah mempelajari sejumlah data mengenai potensi kekayaan sumber daya nasional yang dinilai sangat besar.

Baca juga:  INFOGRAFIS: Update Korupsi Jembatan Timbang Siantan, Pontianak

“Saya sudah melihat dan mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita menemukan kekayaan-kekayaan baru,” ujarnya.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk bertahan dan bahkan berkembang di tengah krisis global yang mungkin terjadi.

Tantangan Tetap Ada, Namun RI Diyakini Lebih Kuat

Meski optimistis, Prabowo tidak menampik bahwa Indonesia tetap akan menghadapi berbagai kesulitan akibat situasi global. Namun ia meyakini bahwa bangsa Indonesia mampu melewati masa sulit tersebut dan keluar dengan kondisi yang lebih kuat.

“Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutup-nutupi itu. Tapi kita punya kekuatan. Saya kira perkiraan saya kita akan keluar lebih kuat,” kata Prabowo.

Ia menambahkan bahwa Indonesia berpeluang menjadi negara yang lebih mandiri dan produktif setelah melewati tantangan global tersebut.

Baca juga:  Film Zombie Rasa Indonesia “Abadi Nan Jaya” Tayang Kamis, 23 Oktober 2025 di Netflix

“Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita sangat bersyukur atas karunia yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya kemandirian pangan yang telah diperjuangkan pemerintah sejak lama. Ia menilai sektor pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang dapat terpengaruh oleh kondisi geopolitik global, termasuk lonjakan harga energi.

Meski demikian, ia menyebut Indonesia saat ini berada dalam posisi yang relatif aman dalam hal ketahanan pangan, terutama terkait produksi beras.

“Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi protein kita,” kata Prabowo.

“Apapun yang terjadi dimana bangsa lain banyak yang mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan,” tambahnya.

Baca juga:  Presiden Prabowo Tegaskan Kasus Ojol Tewas Saat Demo Harus Diusut Tuntas

Dorong Swasembada Energi Nasional

Selain pangan, Presiden juga menyoroti pentingnya kemandirian energi bagi Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar secara mandiri, termasuk melalui pengembangan energi berbasis tanaman.

Ia menyebut berbagai komoditas pertanian seperti kelapa sawit, singkong, jagung hingga tebu berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Kita memiliki karunia besar bahwa nanti kita mampu memenuhi kebutuhan BBM kita bukan dari impor, bahkan dari tanaman-tanaman kita,” kata Prabowo.

Menutup pernyataannya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bekerja keras dan menjaga persatuan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersatu menghadapi krisis,” tuturnya.

(pdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *