Dalam Hening Kamis Putih Gereja Katedral Santa Gemma Galgani, Uskup Ketapang Basuh dan Cium Kaki 12 Umat

Kamis Putih Ketapang

Momen Uskup Keuskupan Ketapang Mgr. Pius Riana Prapdi membasuh dan mencium kaki dua belas umat pada perayaan Misa Kamis Putih hari ini. (Dok. Beritain Kalbar)

BERITAINKALBAR.COM, KETAPANG – Dalam suasana hening dan penuh penghayatan, Uskup Ketapang Mgr. Pius Riana Prapdi membasuh dan mencium kaki dua belas umat pada perayaan Misa Kamis Putih di Gereja Katedral Santa Gemma Galgani Ketapang, Kamis (2/4/2026) malam WIB.

Perayaan yang menjadi pembuka Tri Hari Suci ini berlangsung khidmat sejak sore hari, saat umat Katolik mulai memadati gereja untuk mengikuti liturgi. Misa yang dimulai pukul 18.00 WIB dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi.

Baca juga:  Bank Kalbar di Ujung Jurang Krisis Kepercayaan, Ketum Pemuda Dayak Kalbar Desak Gubernur Reformasi Total

Momen paling menyentuh terjadi saat ritus pembasuhan kaki dilaksanakan. Dalam keheningan, Uskup secara perlahan membasuh dan mencium kaki dua belas umat yang telah dipilih sebelumnya. Tindakan tersebut menjadi simbol nyata kerendahan hati dan kasih tanpa syarat, sebagaimana teladan Yesus kepada para murid-Nya.

Umat yang hadir tampak larut dalam suasana haru. Tidak sedikit yang menundukkan kepala dalam doa, menyaksikan prosesi sakral yang sarat makna pelayanan dan pengorbanan.

Baca juga:  Pemkab Ketapang dan Polres Tanam Jagung Serentak Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kamis Putih sendiri merupakan peringatan Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid, sekaligus momen institusi Sakramen Ekaristi dan imamat. Dalam homilinya, Uskup menegaskan pentingnya menghidupi semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga, gereja, maupun masyarakat luas.

Perayaan ditutup dengan pemindahan Sakramen Mahakudus ke tempat perhentian khusus, diiringi doa dan nyanyian umat. Setelah misa, umat diajak untuk berjaga dan berdoa, mengenang pergumulan Yesus di Taman Getsemani.

Baca juga:  Rute Pawai 1 Muharram 1447 H di Singkawang

Seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib dan penuh makna. Di luar gereja, aparat gabungan dari TNI-Polri serta Dinas Perhubungan Kabupaten Ketapang turut berjaga untuk memastikan keamanan dan kelancaran ibadah hingga arus lalu lintas, sehingga umat dapat beribadah dengan tenang. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *