Festival Sahur-Sahur Mempawah 2026 Bergulir, Gubernur Dorong Event Jadi Magnet Wisata Nasional

BERITAINKALBAR.COM, MEMPAWAH — Tradisi religi yang sarat nilai budaya kembali menggema di Kabupaten Mempawah melalui pembukaan Festival Sahur-Sahur ke-23 Tahun 2026 yang disandingkan dengan pelaksanaan Ramadan Fair ke-5. Kegiatan ini menjadi panggung pertemuan antara kearifan lokal dan semangat kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa Festival Sahur-Sahur memiliki makna lebih dari sekadar perayaan rutin tahunan. Menurutnya, tradisi membangunkan sahur yang telah diwariskan turun-temurun menjadi cerminan kekompakan lintas etnis dan budaya di daerah tersebut. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pelaku ekonomi kreatif yang terus merawat tradisi ini agar tetap hidup dan relevan.

Baca juga:  Festival Bakcang Pontianak 2025 Meriah, Dihadiri Turis Mancanegara

Pelaksanaan tahun ini dinilai semakin istimewa karena berlangsung beriringan dengan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan bulan suci Ramadan. Momentum tersebut memperlihatkan harmonisasi budaya yang terjalin kuat di tengah masyarakat.

“Di Pontianak, obor dan lampion berpadu. Di Mempawah, kita melihat Melayu dan Tionghoa berjalan bersama dalam satu tradisi. Inilah wajah Kalbar yang rukun dan inklusif,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi Kalbar mengalokasikan bantuan sebesar Rp100 juta untuk penyelenggaraan festival, terdiri atas hibah Pemprov Rp50 juta dan tambahan pribadi Gubernur Rp50 juta. Ia juga mendorong panitia agar lebih awal menyiapkan proposal kegiatan tahun mendatang sehingga dukungan pada 2027 dapat ditingkatkan hingga Rp200 juta.

Baca juga:  Pelantikan IPSI Kalbar Periode Baru, Fokus Prestasi dan Tradisi Silat

Festival Sahur-Sahur sendiri telah memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Agenda budaya ini masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara serta tercantum dalam Calendar of Event Kalimantan Barat 2026, memperkuat posisinya sebagai salah satu magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif lokal.

Di akhir sambutannya, Ria Norsan mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan selama rangkaian kegiatan berlangsung, terutama karena sebagian aktivitas dilaksanakan di area jalan umum. Ia berharap festival ini tidak hanya meriah, tetapi juga memberi dampak positif yang luas bagi masyarakat.

Baca juga:  BMKG Kalbar Rilis Peringatan Dini Cuaca 26–28 November 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *