Kasus Super Flu Meningkat, Ini Cara Ahli Membedakannya dari Pilek Biasa

Ilustrasi Perbedaan Flu dan Pilek Biasa. (Beritain Kalbar)

BERITAINKALBAR.COM, LIFESTYLE – Lonjakan infeksi yang kerap disebut sebagai super flutengah menjadi sorotan di berbagai negara. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat lantaran penyakit tersebut dikaitkan dengan gejala yang lebih berat dan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan flu musiman pada umumnya.

Di Indonesia, tercatat setidaknya 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K telah terkonfirmasi. Sebaran kasus tersebut ditemukan di delapan provinsi, dengan jumlah tertinggi berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Mengutip laporan Independent, istilah super flu sebenarnya bukanlah terminologi medis resmi. Sebutan ini digunakan secara populer untuk menggambarkan peningkatan kasus influenza yang menimbulkan gejala lebih serius dari biasanya dan berdampak signifikan terhadap aktivitas penderitanya.

Pemahaman mengenai perbedaan antara flu berat dan pilek menjadi penting guna melindungi diri sendiri maupun anggota keluarga dari risiko penularan dan komplikasi.

Baca juga:  Peluang Kerja Tinggi, Ini 10 Jurusan Kuliah yang Banyak Diburu Perusahaan

Perbedaan penyebab flu dan pilek

Pilek dan flu memang sama-sama menyerang saluran pernapasan, namun berasal dari virus yang berbeda.

“Pilek umumnya disebabkan oleh berbagai jenis virus, dengan rhinovirus sebagai penyebab paling sering. Sementara flu secara khusus disebabkan oleh virus influenza, terutama tipe A dan B,”

ujar Dr. Naveed Asif, dokter umum di The London General Practice. Dengan perbedaan tersebut, seseorang bahkan berpeluang mengalami pilek dan flu secara bersamaan.

Cara penularan flu dan pilek

Menurut Dr. Asif, mekanisme penularan kedua penyakit ini relatif serupa.

“Baik pilek maupun flu merupakan penyakit pernapasan yang sangat mudah menular melalui kontak langsung serta droplet pernapasan,” jelasnya.

Virus dapat menyebar melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Risiko penularan meningkat di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk. Selain itu, menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus lalu menyentuh wajah juga dapat memicu infeksi.

Baca juga:  Tema Natal Nasional 2024 dan Maknanya

Gejala super flu dan pilek biasa

Dr. Claire Agathou, dokter umum sekaligus salah satu pendiri A-Z General Practice di Rumah Sakit Wellington, menjelaskan bahwa pilek umumnya ditandai dengan gejala ringan.

“Pilek biasanya menyebabkan hidung tersumbat atau berair, bersin, sakit tenggorokan, batuk ringan, serta rasa lelah ringan,” katanya.

Sebaliknya, flu termasuk yang disebut sebagai super flu, bisa memicu gejala yang jauh lebih berat, seperti demam tinggi yang muncul tiba-tiba, kelelahan ekstrem, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, batuk kering, menggigil, hilang nafsu makan, hingga diare pada beberapa kasus.

Baca juga:  Hore! Harga Tiket Pesawat Ekonomi Turun 14% Lebaran 2025, Pemesanan Dibuka 24 Maret-7 April

Perbedaan paling mencolok terletak pada tingkat keparahan dan kecepatan munculnya gejala. Flu cenderung datang secara mendadak dan berdampak besar pada kondisi tubuh, sementara pilek berkembang lebih perlahan dan relatif ringan.

Risiko komplikasi yang perlu diwaspadai

Dr. Agathou mengingatkan bahwa meskipun pilek sering kali sembuh dengan sendirinya, kedua penyakit ini tetap berpotensi menimbulkan komplikasi.

“Baik pilek maupun flu dapat memicu masalah lanjutan seperti sinusitis, infeksi telinga, infeksi dada, serta memperburuk penyakit bawaan yang sudah ada,” ujarnya.

Flu bahkan dapat berkembang menjadi pneumonia, menyebabkan rawat inap, dan berisiko fatal bagi kelompok rentan. Namun, orang yang sebelumnya sehat pun bisa mengalami kondisi serius. Oleh karena itu, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter apabila merasakan gejala berat atau kondisi tubuh memburuk.

(pdp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *